BERITA TERKINI
BI Memproyeksikan Arah Pertumbuhan Ekonomi Indonesia hingga 2026, Investasi dan Ekspor Tetap Menguat

BI Memproyeksikan Arah Pertumbuhan Ekonomi Indonesia hingga 2026, Investasi dan Ekspor Tetap Menguat

Bank Indonesia (BI) memaparkan perkembangan sejumlah komponen pendorong ekonomi, dengan investasi dan ekspor tetap mencatatkan pertumbuhan positif. Investasi tumbuh 6,12% (year on year/yoy), didorong oleh peningkatan barang modal, khususnya bangunan serta mesin dan perlengkapan.

Dari sisi pengeluaran, konsumsi pemerintah meningkat 4,55% (yoy) sejalan dengan akselerasi belanja pemerintah. Sementara itu, konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) tumbuh 5,90% (yoy), dipengaruhi peningkatan aktivitas organisasi kemasyarakatan.

Kinerja ekspor juga tetap positif dengan pertumbuhan 3,25% (yoy). Pertumbuhan ini sejalan dengan permintaan mitra dagang utama yang dinilai masih kuat, serta meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara.

Dari sisi lapangan usaha, seluruh sektor pada triwulan IV 2025 menunjukkan kinerja positif, kecuali lapangan usaha pertambangan dan pengadaan air. Adapun industri pengolahan, perdagangan, serta informasi dan komunikasi—sebagai kontributor utama pertumbuhan ekonomi—tetap tumbuh seiring peningkatan permintaan domestik dan terjaganya permintaan eksternal.

Secara spasial, pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2025 tertinggi tercatat di wilayah Bali-Nusa Tenggara (Balinusra). Setelah itu, pertumbuhan diikuti oleh wilayah Jawa, Kalimantan, Sumatera, dan Sulawesi-Maluku-Papua (Sulampua).