Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 4,73% sepanjang perdagangan 2–6 Februari 2026 dan ditutup di level 7.935,26. Posisi tersebut turun dibanding pekan sebelumnya yang berada di 8.329,60.
Sejalan dengan penurunan IHSG, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) ikut menyusut 4,69% menjadi Rp14.341 triliun dari Rp15.046 triliun pada pekan lalu.
BEI mencatat terdapat lima saham yang menjadi pemberat utama (top laggards) pergerakan IHSG selama sepekan. Kontribusi penurunan terbesar berasal dari PT MD Entertainment Tbk (FILM), PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA), dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA). Sementara itu, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BMRS) juga turut menekan indeks.
Rinciannya, FILM menyumbang penurunan tertinggi sebesar 63,97 poin ke IHSG, dengan harga saham melemah 55,34%. MORA menjadi pemberat berikutnya dengan kontribusi 50,53 poin, seiring penurunan harga saham 52,46%.
DSSA menekan IHSG sebesar 48,22 poin dengan harga saham merosot 13,76%. Adapun TLKM menyumbang pelemahan 23,14 poin setelah harga saham turun 6,11%, sedangkan BMRS memberikan tekanan 20,16 poin dengan penurunan harga saham 12,5%.
Dari sisi aktivitas perdagangan, BEI melaporkan penurunan pada sejumlah indikator transaksi. Rata-rata frekuensi transaksi harian turun 28,62% menjadi 2,72 juta kali transaksi dari 3,82 juta kali transaksi pada pekan sebelumnya.
Volume transaksi harian juga berubah 31,75% menjadi 43,2 miliar lembar saham, dibanding 63,3 miliar lembar saham pada pekan lalu. Sementara rata-rata nilai transaksi harian turun 43,45% menjadi Rp24,75 triliun dari Rp43,76 triliun.
Meski demikian, pada Jumat (6/2) investor asing mencatat beli bersih sebesar Rp944,31 miliar. Namun secara kumulatif sepanjang 2026, investor asing masih membukukan jual bersih sebesar Rp11,02 triliun.

