BERITA TERKINI
Beatrice Shannon, Awardee IISMA-E yang Dorong Literasi Finansial Anak Muda lewat Platform Digital

Beatrice Shannon, Awardee IISMA-E yang Dorong Literasi Finansial Anak Muda lewat Platform Digital

Jakarta — Beatrice Shannon Halim (22), lulusan S1 Ilmu Komunikasi Universitas Kristen Petra Surabaya sekaligus awardee IISMA-E (Indonesian International Student Mobility Awards - Entrepreneur), aktif berkontribusi dalam penguatan literasi finansial dan pemberdayaan pola pikir generasi muda melalui platform digital.

Shannon, sapaan akrabnya, menjalankan peran sebagai financial planner dan konten kreator yang mengangkat tema lifestyle, traveling, serta pengembangan mindset. Ia menekankan konten edukasi seputar perencanaan keuangan, perlindungan finansial, dan pentingnya asuransi sebagai bagian dari perencanaan jangka panjang.

“Saya percaya bahwa edukasi finansial harus dimulai sejak dini, terutama bagi generasi muda yang akan menghadapi tantangan ekonomi global. Platform digital memberi kesempatan untuk menjangkau lebih banyak orang dan memberi perspektif baru soal perencanaan masa depan,” ujar Shannon. Ia juga aktif menjadi narasumber dalam berbagai forum diskusi dan pitching bisnis.

Perjalanan karier Shannon disebut dimulai sejak sekolah dasar ketika ia berjualan kecil-kecilan. Seiring berkembangnya ekosistem digital, ia memanfaatkan Instagram tidak hanya sebagai sarana bisnis, tetapi juga medium edukasi melalui konten motivasi dan refleksi diri.

Respons positif dari pengikutnya mendorong Shannon membangun personal branding secara lebih serius. Sejak remaja, ia telah menerima tawaran kerja sama dari berbagai brand.

Di luar aktivitas digital, Shannon mengembangkan brand fashion daily wear bernama Faye Daily Wear yang mengusung konsep empowering untuk meningkatkan kepercayaan diri perempuan.

Pengakuan atas kiprahnya bertambah ketika ia terpilih sebagai awardee IISMA-E pada 2024. Program Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia itu bertujuan meningkatkan daya saing sumber daya manusia Indonesia di tingkat global.

Melalui IISMA-E, Shannon berkesempatan memperdalam wawasan bisnis dan kepemimpinan di University of Adelaide, Australia. Ia menyebut pembelajaran tersebut kemudian diterapkan untuk mendukung ekosistem digital dan kewirausahaan di Indonesia.

“Program IISMA-E memberikan exposure terhadap best practices bisnis global dan memperluas perspektif saya tentang bagaimana content creator bisa berperan strategis dalam pembangunan SDM. Saya berupaya menerjemahkan pembelajaran tersebut ke dalam konten edukatif yang relevan bagi generasi muda Indonesia,” kata pemilik akun Instagram @beatriceshannon.

Dalam bidang kewirausahaan dan edukasi digital, Shannon tercatat meraih sejumlah capaian, antara lain semifinalis La Tulipe Alpha Girls (2019), semifinalis Jawa Pos Miss Culinary (2022), dan menjadi Signature Superstar Qualifier (2025). Ia juga tampil dalam sejumlah program televisi nasional serta aktif menjadi narasumber diskusi mengenai ekonomi digital, literasi finansial, dan pemberdayaan anak muda.

Shannon kerap membahas topik yang terbilang kompleks untuk seusianya, seperti perencanaan keuangan jangka panjang, investment mindset, dan pentingnya proteksi finansial. Hal itu disebut membuat sebagian audiens mengira ia lebih senior. Namun, ia dinilai relevan sebagai role model karena mampu mengomunikasikan isu-isu tersebut dengan cara yang dekat dengan generasi muda.

Shannon mengakui peran ganda sebagai konten kreator, entrepreneur, dan financial planner memiliki tantangan, terutama terkait manajemen waktu dan konsistensi. “Tantangan ini justru melatih kedisiplinan dan profesionalisme. Saya belajar memprioritaskan aktivitas yang memberikan dampak paling besar bagi audiens dan masyarakat,” ujarnya.

Ke depan, Shannon menyatakan ingin memperluas kontribusi dalam penguatan SDM Indonesia. Ia berkomitmen menginspirasi generasi muda untuk memiliki mental kuat dan growth mindset, meningkatkan literasi finansial di kalangan anak muda, serta mengembangkan Faye Daily Wear sebagai brand dengan nilai empowerment. Ia juga aktif dalam kegiatan giving back to the community sejalan dengan semangat IISMA-E untuk mendorong kontribusi bagi pembangunan nasional.

“Saya ingin membuktikan bahwa generasi muda Indonesia tak hanya mampu bersaing di level global, tapi juga memberi dampak nyata,” kata Shannon, yang juga memiliki cita-cita menjadi bagian dari Forbes 30 Under 30 sebagai representasi kontribusi generasi muda Indonesia di kancah internasional.

Kehadiran Shannon sebagai konten kreator edukatif disebut sejalan dengan tren meningkatnya peran kreator digital dalam ekosistem ekonomi digital. Berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Informatika, Indonesia termasuk negara dengan jumlah konten kreator terbesar di Asia Tenggara, meski masih sedikit yang berfokus pada edukasi berkualitas, khususnya literasi keuangan dan pengembangan mindset produktif.