Bank Indonesia (BI) terus mendorong peningkatan literasi ekonomi dan keuangan syariah di tengah masyarakat. Upaya ini dinilai penting karena tren pemanfaatan ekonomi syariah masih tergolong minim dan perlu diperluas.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Adhi Nugroho, mengatakan literasi menjadi kunci agar masyarakat semakin percaya menggunakan layanan keuangan syariah. Menurutnya, pemahaman yang baik diharapkan dapat meningkatkan penggunaan produk syariah dan memperluas penerapannya di berbagai lapisan masyarakat.
“Ketika orang menggunakan produk keuangan ekonomi dan keuangan syariah itu mereka benar-benar mengerti, itu yang kita inginkan. Dengan adanya pengertian terhadap produk ekonomi dan keuangan syariah ini, maka diharapkan orang sudah mengerti, kemudian menggunakan produknya, mendapatkan manfaatnya, maka akan menyebar ke masyarakat yang lain,” kata Adhi pada Senin, 13 Februari 2026.
Sementara itu, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz, menyampaikan bahwa selain literasi, lembaga keuangan syariah juga terus memperkuat keamanan transaksi. Penguatan tersebut dilakukan dengan melibatkan Dewan Pengawas Syariah untuk memastikan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip syariah.
Melalui pengawasan regulator dan Dewan Pengawas Syariah, masyarakat diharapkan semakin yakin terhadap keamanan dan kehalalan produk yang digunakan. Sinergi antara peningkatan literasi, pengawasan, serta penguatan ekosistem halal disebut menjadi fondasi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi syariah di daerah.
Dengan meningkatnya pemahaman dan kepercayaan masyarakat, penggunaan produk dan layanan keuangan syariah diyakini akan terus bertumbuh. Pertumbuhan ini diharapkan dapat memperluas manfaat ekonomi syariah sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

