BERITA TERKINI
Banjir Berulang Rendam Ribuan Hektare Sawah di Banten, Distan Ajukan Bantuan Benih dan Perluas Asuransi Tani

Banjir Berulang Rendam Ribuan Hektare Sawah di Banten, Distan Ajukan Bantuan Benih dan Perluas Asuransi Tani

Hujan berintensitas tinggi sejak akhir 2025 menyebabkan ribuan hektare sawah di Provinsi Banten terendam banjir berulang. Kondisi ini memperparah kerusakan tanaman padi dan meningkatkan risiko gagal panen bagi petani.

Koordinator Tanaman Pangan Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten, Dadan Firdaus Setya Permana, mengatakan sejumlah wilayah mengalami banjir lebih dari satu kali dalam satu musim tanam. Dampaknya, tingkat kerusakan tanaman menjadi semakin tinggi.

Di Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, banjir merendam sedikitnya 60 hektare sawah pada November 2025. Banjir kembali terjadi pada Desember 2025 hingga Januari 2026. Selain itu, banjir berulang juga melanda Kecamatan Sobang dengan luas lahan terdampak mencapai 103 hektare.

“Rata-rata banjir di Kabupaten Pandeglang pada Desember sudah surut, tapi banjir lagi di Januari,” ujar Dadan, Minggu (25/1/2026).

Untuk menangani dampak banjir, Distan Banten terus melakukan pendataan dan pengamatan terhadap lahan sawah yang terdampak. Distan juga mengajukan bantuan penggantian benih bagi petani yang mengalami puso kepada Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

“Setiap hektare sawah yang puso insyaallah akan mendapatkan penggantian benih sebanyak 25 kilogram,” kata Dadan.

Selain bantuan benih, Distan Banten mengintensifkan program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Program ini menyasar sekitar 2.000 hektare lahan sawah di Banten sebagai perlindungan petani dari risiko bencana alam, khususnya banjir.

Menurut Dadan, banjir yang terjadi berulang menjadi ancaman serius bagi ketahanan pangan dan keberlangsungan usaha tani di Banten. Karena itu, asuransi pertanian diharapkan dapat menjadi jaring pengaman agar petani tidak sepenuhnya menanggung kerugian saat bencana melanda.