BERITA TERKINI
Aset Bank Nagari Capai Rp 33,61 Triliun pada 2025, Laba Bersih Turun 8,24 Persen

Aset Bank Nagari Capai Rp 33,61 Triliun pada 2025, Laba Bersih Turun 8,24 Persen

PADANG — Bank Nagari memaparkan kinerja keuangan tahun buku 2025 dalam konferensi pers di Padang, Senin (2/2). Di tengah tekanan ekonomi global serta perlambatan ekonomi nasional dan daerah, bank daerah tersebut mencatat total aset sebesar Rp 33,61 triliun, tumbuh 1,97 persen dibandingkan posisi Desember 2024 (unaudited).

Paparan kinerja disampaikan Direktur Utama Bank Nagari Gusti Candra didampingi jajaran direksi, Komisaris Utama Andri Yulika, jajaran komisaris, Dewan Pengawas Syariah (DPS), serta sejumlah pimpinan divisi dan kepala cabang.

Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit dan pembiayaan tercatat Rp 25,27 triliun, terkoreksi 1,10 persen secara tahunan. Gusti menjelaskan, kondisi tersebut dipengaruhi permintaan kredit yang belum optimal seiring melemahnya daya beli masyarakat dan melambatnya pertumbuhan ekonomi sepanjang 2025.

Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun mencapai Rp 26,84 triliun atau tumbuh 0,58 persen. Bank menilai pertumbuhan DPK tetap terjaga meski masyarakat cenderung menggunakan tabungan untuk kebutuhan konsumsi, seraya menjaga keseimbangan likuiditas melalui optimalisasi Loan to Deposit Ratio (LDR).

Dari sisi profitabilitas, laba bersih Bank Nagari pada 2025 tercatat Rp 493,74 miliar, turun 8,24 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini, menurut manajemen, dipengaruhi belum tumbuhnya kredit sebagai sumber utama pendapatan operasional serta kondisi ekonomi yang menantang.

Di tengah tekanan tersebut, Unit Usaha Syariah (UUS) Bank Nagari mencatat pertumbuhan. Total aset syariah mencapai Rp 6,49 triliun, naik 6,28 persen. Pembiayaan syariah meningkat menjadi Rp 4,63 triliun atau tumbuh 14,66 persen, sedangkan DPK syariah tercatat Rp 4,91 triliun, tumbuh 3,62 persen.

UUS juga membukukan laba setelah pajak sebesar Rp 224,62 miliar, meningkat 15,43 persen. Kontribusi aset UUS terhadap induk naik dari 18,52 persen pada 2024 menjadi 19,31 persen pada 2025, yang disebut mencerminkan penguatan bisnis perbankan syariah Bank Nagari.

Bank Nagari turut memaparkan rasio keuangan utama. Capital Adequacy Ratio (CAR) tercatat 23,72 persen. Rasio lainnya meliputi ROA 1,89 persen, ROE 12,79 persen, NIM 5,89 persen, dan LDR 94,15 persen. Untuk kualitas aset, NPL berada di 2,40 persen, sementara BOPO tercatat 82,69 persen.

Di bidang digitalisasi, jumlah pengguna layanan Ollin by Nagari meningkat 57,08 persen menjadi 336.933 pengguna. Sepanjang 2025, pembukaan rekening online mencapai 22.312 rekening. Adapun jaringan dan layanan Bank Nagari hingga Desember 2025 tercatat 1.261 unit, mencakup kantor cabang, ATM, CRM, dan EDC.

Bank Nagari menilai perlambatan ekonomi dipengaruhi sejumlah faktor, antara lain efisiensi belanja pemerintah, penurunan transfer ke daerah, bencana alam di Sumatera Barat, serta penyesuaian kebijakan penyaluran KUR. Meski demikian, bank menyebut tetap mampu menjaga kinerja dan meraih 33 penghargaan nasional dan regional sepanjang 2025, termasuk predikat idA+/Stable dari PEFINDO serta penghargaan terkait kinerja keuangan, layanan digital, dan perbankan syariah.

Komisaris Utama Andri Yulika menyampaikan apresiasi atas kinerja Bank Nagari sepanjang 2025 dan menyatakan jajaran komisaris akan melanjutkan fungsi pengawasan serta dukungan terhadap kerja direksi pada 2026. Sementara itu, Dewan Pengawas Syariah Bank Nagari, Prof. Dr. Yasri, MS, juga mengapresiasi kinerja UUS dan berharap capaian tersebut dapat dipertahankan atau ditingkatkan agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua PWI Sumbar Widya Navies, yang mewakili wartawan dalam konferensi pers, menyampaikan apresiasi atas konsistensi Bank Nagari menjaga transparansi melalui forum seperti ini. Ia menilai kinerja Bank Nagari menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat yang terus meningkat, serta menyoroti peran bank dalam mendukung UMKM dan sektor riil melalui penyaluran kredit.