BERITA TERKINI
Anggaran Terbatas, Disdikbud Kukar Pangkas Agenda Kebudayaan Tahun Ini

Anggaran Terbatas, Disdikbud Kukar Pangkas Agenda Kebudayaan Tahun Ini

TENGGARONG — Kondisi keuangan daerah disebut menjadi tantangan bagi Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dalam menjalankan program-programnya, termasuk di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, khususnya pada Bidang Kebudayaan. Dampaknya, jumlah agenda seni dan budaya yang dapat digelar tahun ini menjadi lebih terbatas dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo, mengatakan anggaran untuk program kebudayaan tetap tersedia, namun belum mampu mengakomodasi banyak kegiatan seperti sebelumnya.

“Anggaran tetap ada. Erau tetap ada, Nutuk Beham juga ada, kemudian Erau Sabintulung. Ada juga beberapa kegiatan lain, tapi hanya itu saja, tidak ada yang lain,” ujar Puji Utomo di ruang kerjanya, Rabu (4/2/2026).

Ia menyebut Bidang Kebudayaan pada tahun ini diperkirakan hanya mampu melaksanakan sekitar empat hingga lima agenda besar dalam setahun. Sejumlah kegiatan yang direncanakan antara lain Erau, Nutuk Beham di Kedang Ipil, Erau Sabintulung, serta Festival Seraung Bensamar.

“Tidak banyak. Paling hanya empat atau lima agenda saja,” ucapnya.

Puji menilai kondisi tersebut berbeda dengan tahun sebelumnya, ketika Disdikbud Kukar masih dapat menggelar lebih banyak kegiatan, termasuk pembinaan seni dan pembinaan jaga budaya.

Terkait besaran anggaran, ia menyatakan belum dapat memastikan angka pastinya karena masih dalam proses pembahasan di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).

“Untuk anggaran pastinya kami belum tahu, karena masih di keuangan Bappeda,” katanya.

Meski menghadapi keterbatasan pendanaan, Puji menegaskan Bidang Kebudayaan tidak menghentikan seluruh aktivitas. Pembinaan dan pendampingan kepada masyarakat tetap dilakukan meski tanpa dukungan anggaran.

“Alhamdulillah, pembinaan seni tetap jalan. Walaupun tanpa anggaran, seperti pengurusan hak cipta di Kementerian Hukum, tetap kita bantu. Masyarakat yang ingin informasi atau pendampingan terkait seni dan budaya tetap kita layani,” ungkapnya.

Menurutnya, pelaksanaan tugas sehari-hari tetap harus berjalan sebagai bentuk tanggung jawab kepada masyarakat meskipun dukungan anggaran belum maksimal.

“Kita tidak menghentikan kegiatan, hanya saja kita belum bisa mendukung dari sisi pendanaan. Ini adalah upaya kami bersama masyarakat,” pungkasnya.