PT Allo Bank Indonesia Tbk mempertahankan bunga deposito pada level yang dinilai kompetitif, meski Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan BI Rate telah beberapa kali turun sepanjang tahun lalu hingga masing-masing menjadi 3,50% dan 4,75%.
Kebijakan ini ditempuh sebagai bagian dari strategi pengelolaan likuiditas dan pendanaan bank digital yang masih berada dalam fase ekspansi terukur.
Corporate Secretary Allo Bank, Stacey Aryadi Suryoputro, mengatakan penetapan bunga deposito dilakukan melalui evaluasi berkala dengan mempertimbangkan berbagai faktor, mulai dari kondisi likuiditas internal, struktur pendanaan, dinamika industri perbankan, hingga arah kebijakan suku bunga acuan dan penjaminan LPS.
Menurut Stacey, penyesuaian TBP LPS menjadi salah satu referensi penting, namun penurunan bunga deposito tidak otomatis dilakukan secara agresif karena setiap bank memiliki strategi dan kebutuhan likuiditas yang berbeda.
Di Allo Bank, deposito diposisikan sebagai instrumen strategis dan taktis. Pada fase tertentu, penetapan harga deposito yang kompetitif dinilai masih diperlukan untuk menjaga stabilitas likuiditas, mengelola profil jatuh tempo dana, serta mendukung pertumbuhan bisnis bank digital.
Saat ini, rata-rata bunga deposito Allo Bank berada pada kisaran kompetitif untuk industri bank digital, dengan level tertinggi mencapai sekitar 7,5% untuk tenor dan skema tertentu. Penetapan bunga tersebut bersifat dinamis dan selektif, disesuaikan dengan tenor, nominal penempatan, serta strategi pengelolaan likuiditas secara keseluruhan.
Dari sisi kinerja, Stacey menyebut simpanan deposito Allo Bank masih mencatatkan tren pertumbuhan yang positif dan terkendali. Meski demikian, perusahaan menegaskan fokus utama tidak hanya pada pertumbuhan volume, melainkan pada kualitas dan keseimbangan struktur pendanaan.
Allo Bank menetapkan target pertumbuhan deposito tahun ini secara moderat dan terukur, sejalan dengan kebutuhan likuiditas, rencana ekspansi pembiayaan, serta strategi penurunan cost of fund secara bertahap.
Ke depan, Allo Bank tetap menjaga peran deposito sebagai pelengkap struktur Dana Pihak Ketiga (DPK), sembari mendorong peningkatan dana murah melalui tabungan dan aktivitas transaksi di aplikasi Allo Bank.
Stacey menambahkan, seiring penguatan CASA, peningkatan jumlah nasabah aktif, serta arus dana berbasis transaksi yang semakin solid, perusahaan membuka ruang untuk penyesuaian bunga deposito secara bertahap agar lebih efisien dan sejalan dengan kondisi industri.
Adapun strategi penghimpunan deposito disebut tidak semata mengandalkan suku bunga. Allo Bank menerapkan segmentasi dan targeting nasabah yang lebih presisi, terutama pada segmen ritel affluent dan nasabah eksisting dengan rekam jejak transaksi yang baik.
Selain itu, perseroan mengombinasikan pricing yang kompetitif dengan value proposition berupa kemudahan pembukaan deposito digital, fleksibilitas tenor, serta integrasi dengan produk tabungan dan layanan transaksi dalam ekosistem Allo Bank. Dengan strategi tersebut, Allo Bank menyatakan optimistis dapat menjaga stabilitas simpanan deposito sekaligus meningkatkan efisiensi struktur pendanaan secara berkelanjutan.

