Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menyoroti langkah baru yang akan ditempuh pemerintah untuk melindungi warga dari ketidakpastian ekonomi global yang ia sebut sebagai yang “terburuk”, menyusul konflik yang masih berlangsung di Timur Tengah.
Dalam pidato pada acara industri otomotif, Rabu pagi waktu setempat, Albanese menggambarkan konflik di Timur Tengah sebagai “guncangan besar lainnya” bagi perekonomian global pada dekade 2020-an, setelah pandemi COVID-19 dan konflik Rusia-Ukraina.
“Kami ingin memastikan bahwa kami melakukan segala upaya yang kami bisa untuk melindungi perekonomian Australia, rumah tangga, dan dunia usaha dari dampak terburuk ketidakpastian global,” kata Albanese.
Ia menyatakan pemerintah akan mengumumkan langkah-langkah yang akan diambil dalam beberapa hari ke depan.
Albanese juga mengatakan telah mengatur rapat darurat dengan para pemimpin negara bagian dan wilayah pada Kamis (19/3). Rapat tersebut bertujuan memastikan bahan bakar dari cadangan nasional dapat didistribusikan ke daerah yang paling membutuhkan, terutama komunitas-komunitas regional.
Dalam kesempatan itu, Albanese menekankan pentingnya membangun kemandirian Australia. “Kita harus membangun perekonomian yang lebih tangguh, lebih mandiri, dan selaras dengan keunggulan nasional kita,” ujarnya.
Pada hari yang sama, Menteri Keuangan Australia Jim Chalmers mengatakan kepada stasiun televisi Australian Broadcasting Corporation bahwa anggaran federal 2026-2027 yang akan disampaikannya pada Mei akan berfokus pada inflasi, produktivitas, dan ketidakpastian ekonomi global.