Aktivitas merger dan akuisisi (M&A) di sektor asuransi kawasan Asia-Pasifik melambat sepanjang kuartal III/2025. Analisis S&P Global Market Intelligence mencatat hanya ada 14 transaksi pada periode tersebut, turun dari 20 transaksi pada kuartal sebelumnya dan 17 transaksi pada kuartal III/2024.
Dari sisi negara, Jepang menjadi pasar paling aktif dengan enam kesepakatan. Australia dan Selandia Baru masing-masing membukukan tiga transaksi, sementara India dan Asia Tenggara mencatat masing-masing satu transaksi.
Sebagai pembanding, pada kuartal II/2025 aktivitas M&A lebih tinggi, terutama di Australia dan Selandia Baru yang mencatat delapan transaksi. Pada periode yang sama, India membukukan tiga transaksi, Jepang dua transaksi, serta masing-masing satu transaksi di China daratan dan Asia Tenggara.
Perlambatan pada kuartal III/2025 terjadi setelah aktivitas yang lebih kuat pada akhir 2024, ketika 26 transaksi berhasil diselesaikan di kawasan Asia-Pasifik.
Meski jumlah transaksi menurun, sejumlah perusahaan asuransi Asia tetap melanjutkan langkah ekspansi ke luar negeri. Pada Agustus, Sompo Holdings dari Jepang mengumumkan rencana untuk mengakuisisi Aspen Insurance Holdings Ltd, yang disebut sebagai upaya memperluas penetrasi ke pasar Amerika Serikat.
Di sisi lain, DB Insurance asal Korea Selatan mencapai kesepakatan untuk membeli perusahaan Amerika Serikat, The Fortegra Group Inc, senilai sekitar US$1,65 miliar dari Tiptree Inc dan Warburg Pincus LLC. DB Insurance menyatakan transaksi tersebut ditujukan untuk memperkuat posisinya di pasar asuransi spesialis di AS sekaligus membuka peluang ekspansi ke Eropa.
Analis S&P Global Ratings, Chang Sim, menilai akuisisi itu sejalan dengan strategi DB Insurance untuk mendiversifikasi portofolio secara global di tengah perlambatan pertumbuhan asuransi umum di pasar domestik.

