BERITA TERKINI
Airlangga: Stabilitas Ekonomi Indonesia Tetap Menarik Investor Global di Tengah Fragmentasi Dunia

Airlangga: Stabilitas Ekonomi Indonesia Tetap Menarik Investor Global di Tengah Fragmentasi Dunia

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan stabilitas ekonomi Indonesia tetap menjadi daya tarik utama bagi investor global di tengah kondisi ekonomi dunia yang disebutnya semakin terfragmentasi. Pernyataan itu disampaikan Airlangga dalam forum Indonesia Economic Summit (IES) 2026 di Jakarta, Selasa.

Menurut Airlangga, pemerintah mencatat sejumlah capaian di sektor makroekonomi serta kemajuan dalam negosiasi perdagangan internasional. Ia menilai perkembangan tersebut mencerminkan komitmen Indonesia untuk menjaga iklim investasi yang kondusif bagi pelaku usaha global.

IES 2026 disebut menjadi wadah untuk memperkuat kepercayaan investor sekaligus memaparkan potensi ekonomi Indonesia. Forum ini dihadiri delegasi dari lebih dari 50 negara yang membahas peluang investasi serta tantangan ekonomi struktural.

Dalam paparannya, Airlangga menyoroti penyelesaian sejumlah negosiasi perdagangan internasional. Indonesia disebut telah menuntaskan perjanjian dengan Kanada, Uni Eropa, dan Uni Ekonomi Eurasia (EAEU). Sementara itu, proses penyelesaian perjanjian perdagangan dengan Amerika Serikat dikatakan berada pada tahap akhir.

Airlangga juga menyampaikan perkembangan komitmen pendanaan Just Energy Transition Partnership (JETP) sebesar 21,4 miliar dolar AS. Dari jumlah tersebut, sekitar 3,5 miliar dolar AS disebut telah terealisasi untuk mendukung agenda transisi energi. Selain itu, ia menyebut adanya rencana investasi dari Australia ke Indonesia.

Di tingkat regional, pemerintah mendorong kolaborasi untuk memperkuat konektivitas dan mendukung pengembangan pariwisata. Airlangga mengatakan Indonesia mengajak Sarawak Air Malaysia untuk membuka jalur transportasi baru yang diharapkan dapat memperluas destinasi wisata di luar Jakarta dan Bali.

Indonesia juga memperkuat kerja sama dengan Singapura, termasuk dalam pengembangan kawasan ekonomi khusus dan program digital. Airlangga menilai langkah-langkah tersebut menunjukkan ketersediaan modal yang siap masuk ke Indonesia, yang diharapkan berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.

Selain upaya di sektor riil, pemerintah meluncurkan agenda reformasi pasar modal yang berfokus pada empat pilar, yakni efisiensi, transparansi, tata kelola, dan penegakan hukum. Airlangga menyebut tujuan reformasi ini untuk membangun pasar modal yang lebih sehat dan menarik bagi investor. Ia juga mengungkapkan respons pasar yang positif, ditandai dengan kembalinya pasar modal ke zona hijau pada pagi hari peluncuran agenda tersebut.

Ketua Dewan Pengawas Indonesia Business Council (IBC) Arsjad Rasjid menekankan peran IES 2026 sebagai platform untuk memperkuat kepercayaan investor. Ia menyebut tiga pilar yang menjadi perhatian, yakni kepastian (certainty), kapabilitas (capability), dan modal (capital), sebagai faktor yang dinilai penting untuk menjaga daya saing Indonesia.

IES 2026 juga meluncurkan inisiatif Business 57+ (B57+) Asia-Pacific Regional Chapter yang diarahkan untuk mempererat hubungan ekonomi antarnegara Islam dan mitra strategis. Dalam inisiatif ini, Indonesia diposisikan sebagai simpul kerja sama di kawasan Asia-Pasifik.

Chief Economist IBC Denni Purbasari menambahkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia yang stabil di kisaran 5,1–5,2 persen menjadi salah satu faktor penarik investor. Ia juga menyoroti komitmen pemerintah terhadap keterbukaan dan reformasi, serta stabilitas makroekonomi dan politik, yang dinilai berperan dalam menarik investasi asing, baik investasi langsung maupun portofolio.

Sejumlah program prioritas pemerintah, seperti ketahanan pangan, ketahanan energi, dan kesehatan, disebut membuka peluang kemitraan antara pelaku usaha domestik dan investor global. Denni menyebut sektor yang diminati tidak hanya terkait rantai pasok kendaraan listrik, tetapi juga mencakup tanaman pangan, hortikultura, peternakan, perkebunan, serta perikanan yang mendukung ketahanan pangan nasional.