BERITA TERKINI
AIESEC Universitas Prasetiya Mulya Dorong Literasi Keuangan Anak Muda lewat Impact Circle 2025

AIESEC Universitas Prasetiya Mulya Dorong Literasi Keuangan Anak Muda lewat Impact Circle 2025

Literasi keuangan dinilai semakin penting bagi generasi muda Indonesia di tengah kompleksitas ekonomi dan pesatnya pertumbuhan layanan keuangan digital. Survei Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat tingkat inklusi keuangan telah mencapai 80,51%, sementara literasi keuangan berada di angka 66,46%. Data tersebut menunjukkan bahwa akses terhadap layanan keuangan belum sepenuhnya diiringi pemahaman yang memadai dalam mengelolanya.

Kondisi ini menegaskan perlunya kesadaran finansial sejak dini, mulai dari mengatur pendapatan, menabung, menyiapkan dana darurat, hingga berinvestasi secara cerdas. Dengan bekal tersebut, generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi pengguna layanan keuangan digital, tetapi juga mampu mengambil keputusan finansial secara bijak.

Untuk menjawab tantangan literasi keuangan di kalangan anak muda, AIESEC Universitas Prasetiya Mulya menggelar Impact Circle (IC) 2025. Forum kolaboratif tahunan ini mempertemukan mahasiswa, profesional, dan para changemaker untuk membahas isu sosial dan ekonomi terkini.

IC 2025 mengusung tema “Money Talks: Mastering Your Personal Finance Strategy” dan menawarkan wawasan praktis serta strategi pengelolaan keuangan yang relevan bagi generasi muda. Inisiatif ini juga disebut sejalan dengan upaya mendukung Sustainable Development Goals (SDG’s), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), melalui dorongan peningkatan kompetensi finansial yang dinilai dapat menunjang kesiapan karier dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Acara tersebut menghadirkan Hany Gungoro, CFA, Business & Financial Mentor yang memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun di industri keuangan, sebagai pembicara utama. Ia menekankan bahwa perilaku finansial lebih menentukan dibanding sekadar kemampuan berhitung. “Literasi keuangan adalah soal disiplin mencatat, menabung, dan berinvestasi konsisten, bukan sekadar menghitung angka. Dengan kebiasaan itu, kita belajar mengelola uang untuk mengelola masa depan,” katanya dalam siaran pers, Kamis (27/11/2025).

Selain seminar, peserta juga mengikuti workshop studi kasus. Dalam sesi ini, mereka ditantang menyusun strategi keuangan layaknya seorang fresh graduate untuk mencapai target tabungan dan investasi. Ketua penyelenggara Impact Circle 2025, Daffa Abrian Saleh, menilai program tersebut relevan dengan kebiasaan anak muda saat ini. Menurutnya, literasi keuangan merupakan kemampuan dasar yang membentuk perilaku dan keputusan di masa depan. “Melalui program ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran sekaligus membekali peserta dengan alat praktis untuk mengelola keuangan secara bijak,” ujarnya.

Salah satu peserta, Devina Priyanka, mahasiswa S1 Bisnis Universitas Prasetiya Mulya, mengatakan kegiatan ini memberinya pengalaman baru. Ia menilai pembahasan yang biasanya bersifat teori menjadi lebih mudah dipahami karena dikaitkan dengan situasi nyata. “Saya jadi lebih percaya diri mengatur keuangan pribadi,” katanya.

Dengan ratusan peserta dari mahasiswa Universitas Prasetiya Mulya dan publik, Impact Circle 2025 disebut menegaskan komitmen AIESEC dalam mendorong generasi muda yang melek finansial, kolaboratif, dan siap berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional.