Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan angkutan logistik di Indonesia masih didominasi moda darat, terutama truk. Ia menilai kondisi ini menjadi tantangan mengingat Indonesia merupakan negara maritim dan kepulauan.
Dalam catatannya, sekitar 91 persen angkutan logistik mengandalkan transportasi darat. AHY mengatakan tingginya porsi angkutan melalui jalur darat menjadi pekerjaan rumah besar karena Indonesia bukan negara kontinental.
Pernyataan itu disampaikan AHY saat menghadiri ALFI Convex 2025 di ICE BSD, Rabu (12/11/2025). Menurutnya, ketergantungan pada truk tidak hanya menjadi tantangan bagi pemerintah, tetapi juga bagi pelaku industri dan pengusaha.
AHY mendorong pemanfaatan moda lain seperti angkutan laut, udara, dan kereta api agar lebih dimaksimalkan. Ia menilai porsi kereta api dalam angkutan logistik masih kecil.
Menurut AHY, peningkatan kapasitas angkutan logistik berbasis kereta api berpotensi menurunkan beban jalan raya, meningkatkan efisiensi, serta mendukung upaya mencapai target net zero emission.
Ia juga menyoroti efisiensi kereta api dibandingkan truk. Dalam konteks logistik, satu rangkaian kereta disebut dapat mengangkut muatan setara 30 truk, yang diasumsikan setara dengan angkutan 1.000 orang dalam satu kali perjalanan.
AHY menambahkan, ketepatan waktu kereta mencapai 99 persen, merujuk pada periode Lebaran 2025. Dari sisi konsumsi bahan bakar, ia menyebut kereta logistik mampu menempuh 199 kilometer per liter, sedangkan truk sekitar 56 kilometer per liter, sehingga kereta dinilai 3 sampai 4 kali lebih efisien.
AHY merujuk laporan Asian Transport Outlook 2024 yang disebut menunjukkan sektor kereta api tidak berkontribusi pada emisi CO2. Ia juga menyampaikan bahwa kontribusi emisi yang signifikan berasal dari sektor darat dan laut, masing-masing 8,89 persen dan 5 persen.
Di sisi lain, KAI Logistik mencatat hingga akhir September telah mengelola lebih dari 17 juta ton barang dari berbagai segmen layanan. Direktur Utama KAI Logistik Fredi Firmansyah menyatakan capaian tersebut mencerminkan performa operasional dan hasil strategi bisnis berkelanjutan yang dijalankan sepanjang tahun.
Fredi mengatakan pertumbuhan di hampir seluruh segmen layanan menunjukkan meningkatnya kepercayaan pelanggan. Ia menyebut capaian tersebut didukung langkah strategis, mulai dari peningkatan kompetensi operasional, digitalisasi proses layanan, hingga penguatan infrastruktur logistik di berbagai daerah.

