PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) melaporkan perkembangan kinerja pada tahun pertamanya beroperasi dengan total pengelolaan lahan mencapai 1,7 juta hektare sepanjang 2025. Dari luasan tersebut, sekitar 774 ribu hektare merupakan areal yang telah ditanami kelapa sawit.
Direktur Utama Agrinas Palma Nusantara Agus Sutomo mengatakan capaian itu diraih dalam kurun waktu kurang dari satu tahun sejak perusahaan mulai menjalankan mandat pengelolaan kebun sawit pada Februari 2025. Menurut dia, ketika pertama kali menerima amanah pada 10 Maret 2025, Agrinas Palma mengelola lahan seluas 221 ribu hektare, dengan sekitar 159 ribu hektare di antaranya telah ditanami kelapa sawit.
Agus menyebut penambahan lahan terjadi melalui beberapa kali penugasan. Penugasan terakhir, kata dia, diterima pada 23 Desember 2025, sehingga total luasan yang dikelola menjadi 1,7 juta hektare. “Terus akhirnya 5 kali kita terima tugas menerima lahan. Terakhir kemarin tanggal 23 Desember 2025, sekarang sudah seluas 1,7 juta hektare, tetapi yang ada pohonnya 774 ribu hektare,” ujar Agus dalam sambutannya pada peringatan HUT ke-1 Agrinas Palma Nusantara di Menara Palma, Jakarta Selatan, Jumat (23/1).
Ia menuturkan, lahan yang sudah tertanam sawit menjadi fokus utama pengelolaan perusahaan karena dinilai sebagai aset produktif yang dapat langsung menghasilkan pendapatan. Dalam periode operasional yang masih singkat, Agrinas Palma membukukan pendapatan Rp4,3 triliun dan laba bersih Rp1,6 triliun.
Selain itu, Agus menyampaikan perusahaan telah menyumbang Rp530 miliar ke kas negara dan menempatkan dana Rp1 triliun dalam bentuk deposito. “Kita sudah mendapatkan revenue Rp 4,3 triliun. Dengan [laba] bersih Rp 1,6 triliun. Kita sudah menyumbang ke kas negara Rp 530 miliar. Dan kita sudah naruh uang di deposit itu Rp 1 triliun,” kata Agus.
Agus menegaskan capaian tersebut, menurutnya, didukung kerja seluruh jajaran perusahaan dalam menjalankan mandat negara. Ia juga menyatakan Agrinas Palma masih dipercaya untuk melanjutkan pengelolaan kebun kelapa sawit.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Divisi Komunikasi dan Kelembagaan Agrinas Palma Renaldi Zein menjelaskan target produksi nasional 1,5 juta kiloliter B40 biodiesel masih merupakan sasaran jangka panjang. Ia menyebut pengembangan biodiesel—sebagai campuran minyak sawit dengan minyak solar—masih membutuhkan proses panjang serta dukungan investasi besar.
Renaldi menambahkan, rencana tersebut saat ini masih berada pada tahap riset dan kajian mendalam. “Dan itu membutuhkan investasi yang tidak sedikit, seperti itu,” ujarnya.
Agrinas Palma Nusantara sebelumnya dikenal sebagai PT Indra Karya (Persero), sebuah BUMN yang sejak awal berfokus pada sektor infrastruktur. Seiring perubahan arah bisnis, perusahaan kemudian bertransformasi menjadi entitas yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit.

