Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) menyatakan dukungan terhadap langkah percepatan reformasi integritas pasar modal yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). AEI menilai percepatan reformasi penting untuk memperkuat daya saing pasar modal nasional sekaligus meningkatkan kepercayaan investor.
Ketua AEI Armand Wahyudi Hartono mengatakan para emiten memahami urgensi pembenahan pasar modal agar lebih transparan, likuid, dan berkelanjutan. Ia menekankan kebijakan reformasi perlu dijalankan secara bertahap dengan tetap memperhatikan kesiapan pasar dan emiten.
“Secara umum kami support untuk mendukung OJK dan SRO. Kami dukung untuk mendorong pasar modal menjadi lebih tangguh,” kata Armand dalam pertemuan AEI dengan OJK di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu, 4 Februari 2026.
Menurut Armand, peningkatan kualitas tata kelola dan keterbukaan informasi akan berdampak positif dalam jangka panjang bagi emiten. Ia juga menegaskan pentingnya dialog berkelanjutan antara regulator dan pelaku industri agar kebijakan dapat diterapkan secara seimbang.
Sementara itu, Pejabat Sementara Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hasan Fawzi menyambut baik komitmen AEI. Ia menilai dukungan emiten menjadi faktor kunci dalam keberhasilan reformasi pasar modal.
Hasan menjelaskan reformasi yang dijalankan tidak hanya mencakup kebijakan peningkatan porsi saham publik atau free float menjadi 15 persen. Reformasi juga dibarengi penguatan transparansi kepemilikan saham, penyempurnaan klasifikasi investor, serta peningkatan literasi keuangan.
“Dukungan ini tidak hanya terkait peningkatan free float. Ini juga mencakup beberapa pilar penting penguatan integritas pasar,” ujar Hasan.

