BERITA TERKINI
Abbott Laboratories Gelar Panggilan Pendapatan Q4 2025, Paparkan Kinerja dan Proyeksi 2026

Abbott Laboratories Gelar Panggilan Pendapatan Q4 2025, Paparkan Kinerja dan Proyeksi 2026

Abbott Laboratories (ABT) menggelar panggilan konferensi pendapatan kuartal keempat (Q4) 2025 pada Kamis, 22 Januari 2026. Panggilan yang dimulai pukul 09.00 waktu setempat ini menjadi forum bagi manajemen untuk memaparkan kinerja perusahaan sekaligus membahas proyeksi bisnis untuk 2026.

Acara dibuka oleh Michael Comilla, Vice President of Investor Relations. Ia kemudian memperkenalkan Robert Ford selaku Chairman, President, dan CEO, serta Philip Boudreau, CFO dan Executive Vice President of Finance, yang menyampaikan sambutan pembuka.

Sesi tanya jawab diikuti sejumlah analis dari berbagai lembaga keuangan, di antaranya Larry Biegelsen (Wells Fargo Securities), David Roman (Goldman Sachs Group), Robert Marcus (JPMorgan Chase & Co), dan Vijay Kumar (Evercore ISI Institutional Equities). Analis lain yang turut hadir meliputi Danielle Antalffy (UBS Investment Bank), Matthew Taylor (Jefferies LLC), Travis Steed (BofA Securities), Joanne Wuensch (Citigroup Inc.), serta Joshua Jennings (TD Cowen).

Dalam pembukaannya, Comilla juga menyampaikan peringatan terkait pernyataan berwawasan ke depan (forward-looking statements) yang mungkin muncul selama panggilan, termasuk ekspektasi hasil untuk 2026. Berdasarkan pantauan Mureks, Abbott menegaskan bahwa pernyataan semacam itu mengandung risiko dan ketidakpastian yang dapat membuat hasil aktual berbeda secara material dari yang diindikasikan.

Perusahaan menyebut berbagai faktor yang dapat memengaruhi operasional, termasuk kondisi ekonomi, persaingan, kebijakan pemerintah, perkembangan teknologi, dan faktor lainnya. Abbott merujuk uraian lebih rinci mengenai risiko tersebut pada bagian Item 1A, Risk Factors, dalam laporan tahunan perusahaan.

Abbott juga menyatakan seluruh materi panggilan, kecuali pertanyaan dari peserta, dilindungi hak cipta dan tidak dapat direkam atau disiarkan ulang tanpa izin tertulis dari perusahaan.