BERITA TERKINI
Wali Kota Pasuruan dan Ketua DPRD Serukan Lebaran Sederhana, Warga Diimbau Waspadai Dampak Resesi Global

Wali Kota Pasuruan dan Ketua DPRD Serukan Lebaran Sederhana, Warga Diimbau Waspadai Dampak Resesi Global

Ratusan warga mengikuti Salat Idul Fitri 1447 Hijriah di Masjid Baitul Muttaqim, Krapyakrejo, Kota Pasuruan, Sabtu (21/3). Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo bersama Wakil Wali Kota HM Nawawi, Sekretaris Daerah Rudiyanto, serta Ketua DPRD Kota Pasuruan HM Toyib turut hadir dalam pelaksanaan salat tersebut.

Usai salat, Adi Wibowo—yang akrab disapa Mas Adi—mengajak masyarakat merayakan Idul Fitri dengan mengedepankan kesederhanaan dan pengendalian diri. Ia menekankan perayaan Lebaran tidak perlu dilakukan secara berlebihan.

“Kita baru saja melaksanakan salat Id di Masjid Krapyak. Mari kita sambut kemenangan ini dengan tetap menahan hawa nafsu, tidak berlebihan serta senantiasa menjaga kebersamaan dan ketertiban,” kata Mas Adi.

Mas Adi juga mengingatkan warga agar tidak terjebak perilaku konsumtif, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi. Ia menyinggung potensi resesi global yang dinilai masih dapat memengaruhi kondisi ekonomi, termasuk di daerah.

“Tidak perlu petasan, tidak perlu bermewah-mewahan. Tetap hidup sederhana, apalagi kita masih menghadapi tantangan resesi global,” ujarnya.

Menurutnya, imbauan untuk tidak menyalakan petasan bukan hanya terkait kebisingan, tetapi juga menyangkut aspek keamanan dan efisiensi di tengah situasi ekonomi yang menuntut kewaspadaan.

Senada, Ketua DPRD Kota Pasuruan HM Toyib mengapresiasi kondisi kota yang tetap kondusif selama Ramadan hingga Idul Fitri. Ia menilai Lebaran menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian sosial di lingkungan masyarakat.

“Kami di legislatif sangat mendukung imbauan Pak Wali. Di tengah bayang-bayang ekonomi global yang tak menentu, kesalehan ritual harus dibarengi kesalehan sosial. Jangan sampai ada tetangga kita yang kekurangan di hari bahagia ini sementara yang lain berlebih-lebihan,” kata Toyib.

Toyib juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas keamanan setelah Lebaran agar suasana kota tetap kondusif dan program pembangunan dapat berjalan tanpa gangguan. “Intinya, rayakan dengan hati, bukan dengan gengsi. Mari kita jaga Kota Pasuruan agar tetap kondusif, aman dan nyaman untuk semua,” ujarnya.