BERITA TERKINI
Wabup Rembang: Kemiskinan dan Stunting Turun, Pertumbuhan Ekonomi Bertahan di Kisaran 5 Persen

Wabup Rembang: Kemiskinan dan Stunting Turun, Pertumbuhan Ekonomi Bertahan di Kisaran 5 Persen

Wakil Bupati Rembang H. Muhammad Hanies Cholil Barro’ menyampaikan sejumlah indikator pembangunan daerah menunjukkan tren positif, mulai dari penurunan angka kemiskinan hingga perbaikan tata kelola pemerintahan. Menurutnya, angka stunting di Kabupaten Rembang juga menurun sekitar 2–3 persen.

Pernyataan tersebut disampaikan Hanies dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan Sluke (Musrenbangcam) untuk penyusunan RKPD 2027 yang digelar di Pendopo Kecamatan Sluke, Kabupaten Rembang, Senin (2/2/2026).

Di bidang ekonomi, Hanies menyebut pertumbuhan ekonomi Kabupaten Rembang secara tahunan berada di kisaran 5 persen. Ia menilai kondisi itu mencerminkan stabilitas dan daya tahan ekonomi daerah di tengah tantangan nasional maupun internasional.

Selain itu, Hanies mengatakan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Rembang mengalami peningkatan meski belum signifikan, berada di angka 73 persen. Ia juga menyoroti perbaikan tata kelola pemerintahan yang ditandai dengan diraihnya penghargaan keterbukaan informasi publik serta sejumlah apresiasi kinerja pelayanan publik di tingkat daerah maupun provinsi.

Ia turut memaparkan perkembangan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Saat ini, kata Hanies, sudah ada 43 dapur yang beroperasi di Kabupaten Rembang. Di Kecamatan Sluke terdapat tiga dapur, sementara dua dapur lainnya disebut baru melayani target lima.

Untuk program Koperasi Merah Putih (Kopdes), Hanies menyebut sebanyak 153 unit telah dibangun dan beberapa di antaranya siap beroperasi. Di Kecamatan Sluke, terdapat tujuh Kopdes dari total 14 desa.

“Ini kerja bersama kita, buah kerja keras kita bersama dan ini sebagai cambuk juga untuk kita melangkah lebih baik lagi, untuk daerah yang kita cintai,” ujar Hanies.

Sementara itu, Camat Sluke Mohammad Ansori menyampaikan Kecamatan Sluke memiliki potensi daerah yang dinilai menjanjikan untuk dikelola di berbagai sektor. Ia menyebut Sluke berkembang menjadi kawasan industri yang ditandai dengan banyaknya perusahaan.

Ansori menambahkan, program unggulan Ketahanan Pangan (Ketapang) menjadi prioritas yang dikembangkan. Program tersebut menyasar 14 desa yang menjalankan usaha di bidang peternakan dan perikanan.