Pasar saham Vietnam menutup Februari 2026 dengan penguatan indeks, namun dibayangi pelemahan likuiditas dan perubahan perilaku investor domestik. VN-Index berakhir di level 1.880,33 poin, naik 51,29 poin atau 2,80% dibandingkan Januari. Kenaikan ini menandai empat bulan berturut-turut indeks bergerak positif sejak akhir 2025, mencerminkan ekspektasi pasar yang masih tinggi terhadap pemulihan ekonomi makro.
Meski indeks menguat, aktivitas transaksi justru menurun. Di bursa HOSE, nilai perdagangan harian rata-rata tercatat 25.826 miliar VND, turun 18,06% dibandingkan bulan sebelumnya. Jika digabungkan dengan dua bursa lain, nilai transaksi harian rata-rata mencapai 31.769 miliar VND, juga turun lebih dari 18% dari Januari.
Penurunan likuiditas ini terjadi di tengah perlambatan pembukaan rekening baru. Data Vietnam Securities Depository and Clearing Corporation (VSDC) menunjukkan, pada Februari terdapat tambahan 198.000 rekening perdagangan baru sehingga total rekening kumulatif di seluruh sistem mencapai 12,3 juta. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan Januari 2026 yang mencatat lebih dari 244.700 rekening baru, sekaligus menjadi kali pertama setelah tujuh bulan berturut-turut pertumbuhan pembukaan rekening baru turun di bawah 200.000.
Sejumlah faktor musiman dinilai berperan, terutama efek libur panjang Tahun Baru Imlek yang membuat hari perdagangan berkurang dan memicu sikap menunggu dari pelaku pasar. Dalam periode tersebut, investor cenderung mengurangi penggunaan margin atau menunda keputusan investasi baru sembari mencermati perkembangan geopolitik dan ekonomi global.
Dari total 12,3 juta rekening, investor perorangan domestik mendominasi dengan lebih dari 12,24 juta rekening. Namun, aktivitas kelompok ini pada Februari menunjukkan kecenderungan lebih berhati-hati. Nilai pembelian bersih investor individu domestik turun menjadi 1.443,7 miliar VND. Selain itu, melalui mekanisme pencocokan pesanan (order matching), mereka tercatat melakukan penjualan bersih lebih dari 324 miliar VND.
Pergeseran tersebut mengindikasikan sebagian investor mulai merealisasikan keuntungan setelah reli yang berlangsung beberapa bulan, atau melakukan penyesuaian portofolio untuk menghadapi ketidakpastian jangka pendek.
Di sisi lain, investor asing memperlihatkan sinyal yang lebih stabil. Pada Februari, investor asing membuka 205 rekening baru, sehingga total rekening investor asing mencapai 50.737. Penambahan ini terdiri dari 199 rekening investor individu dan 6 rekening lembaga. Meski jumlahnya tidak besar, tren pertumbuhan yang berlanjut, termasuk selama periode libur, dinilai mencerminkan daya tarik valuasi saham Vietnam serta prospek peningkatan status pasar yang tetap menjadi perhatian modal internasional.
Secara keseluruhan, pasar pada Februari menggambarkan kondisi indeks yang menguat tanpa dukungan likuiditas yang sepadan. Analis menilai tren kenaikan masih memerlukan lebih banyak sesi perdagangan dengan peningkatan aktivitas yang kuat agar keberlanjutannya lebih terkonfirmasi. Likuiditas yang 13,79% lebih rendah dari rata-rata lima bulan terakhir juga menunjukkan sebagian dana masih menunggu sinyal makroekonomi yang lebih jelas, termasuk dari laporan keuangan kuartal pertama. Tekanan biaya energi dan fluktuasi nilai tukar turut disebut sebagai variabel yang membuat investor menahan langkah.
Memasuki pertengahan Maret, pasar masih berupaya menembus level psikologis 1.900 poin, dengan likuiditas rata-rata 35.000–40.000 miliar VND per sesi di seluruh pasar. Sejumlah sesi terakhir juga mengindikasikan bahwa bila arus dana tidak kembali kuat setelah libur Tahun Baru Imlek, potensi koreksi untuk konsolidasi tetap terbuka.
Dengan basis 12,3 juta rekening, pasar saham Vietnam dinilai telah memiliki skala yang cukup untuk menyerap guncangan. Namun, melambatnya pembukaan rekening baru pada Februari menjadi sinyal bahwa pasar memasuki fase yang lebih selektif. Dalam kondisi pembelian bersih investor domestik yang menurun, fokus pada kualitas aset dan saham berfundamental kuat dipandang lebih relevan dibanding mengejar spekulasi jangka pendek. Investor pun menantikan pemulihan aktivitas ekonomi pada Maret agar penguatan indeks dapat diikuti perbaikan kualitas arus modal.