Pasar saham Vietnam ditutup melemah tajam, dengan VN-Index kehilangan hampir 60 poin di tengah dominasi tekanan jual di hampir seluruh papan. Di Bursa HoSE, sebanyak 317 saham turun, jauh melampaui 33 saham yang naik dan 26 saham yang stagnan.
Tekanan terbesar terkonsentrasi pada kelompok saham berkapitalisasi besar. Dalam kelompok ini, 27 saham tercatat turun (termasuk 4 saham menyentuh batas bawah) dan hanya 3 saham yang menguat. Sejumlah saham yang disebut memberi dampak negatif besar terhadap indeks antara lain STB, MWG, dan VPB. Beberapa saham lain turun tajam sekitar 4–5% seperti SSI, STB, TPB, PLX, dan VPB. Sejumlah saham juga menyentuh batas bawah, termasuk DXG, SGR, KBC, SZC, AGR, CTS, VCI, dan VDS.
Di Bursa Efek Hanoi, HNX-Index turun 5,92 poin (-2,43%) menjadi 237,54 poin. Pada sesi ini, 138 saham melemah, 23 saham menguat, dan 39 saham tidak berubah. Sementara itu, indeks UPCom turun 2,42 poin ke level 121,32 poin.
Dari sisi transaksi, likuiditas di HoSE disebut tetap stabil, berada di atas 29.000 miliar VND. Namun, di tengah penurunan tajam tersebut, investor asing melanjutkan aksi jual bersih senilai 487 miliar VND. Saham yang paling banyak dijual bersih di antaranya MWG, HDB, VHM, dan VIC, sedangkan saham yang banyak dibeli bersih meliputi MSN, VNM, VCK, dan FPT.
Pelemahan pasar sudah terlihat sejak sesi pagi, ketika indeks ditutup sementara turun lebih dari 34 poin. Pada saat itu, 293 saham melemah dan hanya 2 saham yang menguat.
Tekanan jual meluas ke berbagai sektor. Saham-saham sekuritas mengalami penurunan umum sekitar 3–5%, termasuk SSI, VIX, VND, HCM, SHS, dan MBS. Kelompok perbankan juga melemah menyeluruh dengan penurunan sekitar 2–4%, seperti SHB, TCB, EIB, MBB, VPB, dan HDB.
Sektor properti menjadi salah satu titik tekanan utama. Sejumlah saham turun dalam, seperti VHM yang turun 6,1%, KBC melemah 5,34%, DXG turun 3,57%, PDR turun 4,29%, dan IDC melemah 1,84%. VIC juga berbalik turun sekitar 1,56% sehingga tidak lagi berperan sebagai penopang indeks.
Sentimen negatif turut menyebar ke sektor industri. VSC menyentuh batas bawah, sementara GEX dan GEE turun sekitar 5–6%. Saham lain seperti GMD, VCG, dan HAH juga turun sekitar 4–5%. Di sektor konsumen, MCH dan VVS turut mencapai batas bawah, mencerminkan tekanan jual yang meluas.
Sejumlah pandangan analis menilai pasar masih berpotensi melanjutkan pelemahan dalam waktu dekat. SSI Research menilai indeks mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk berkonsolidasi sambil menunggu sinyal penyeimbangan yang lebih baik, karena tren penurunan dinilai masih dominan. Dalam skenario hati-hati, level 1.580 disebut sebagai titik support berikutnya.
SHS Securities berpendapat level 1.700 poin belum menjadi kisaran yang sangat menarik. Namun, investor tetap disarankan mempertimbangkan peluang di sektor energi terbarukan. SHS juga menilai tekanan jual akibat margin call dan penurunan rasio leverage berpotensi meningkat pada pekan depan. Jika tekanan jual berlanjut, kisaran VN-Index di bawah 1.600 poin dinilai dapat menjadi area menarik untuk mempertimbangkan peluang investasi setelah manajemen risiko terkendali dengan baik.
Direktur Analisis VPS Securities, Le Duc Khanh, menilai kondisi pasar belum memburuk secara berlebihan dan belum terlihat tanda-tanda “penjualan besar-besaran”. Ia menambahkan masih ada saham yang mampu bergerak berlawanan arah atau menarik perhatian investor, sehingga investor perlu mencari peluang “melawan tren” pada bisnis dengan hasil usaha stabil atau pertumbuhan menonjol.