BERITA TERKINI
USD/JPY Jatuh ke Level Terendah Multi-Minggu di Tengah Dugaan Pemeriksaan Kurs Jepang

USD/JPY Jatuh ke Level Terendah Multi-Minggu di Tengah Dugaan Pemeriksaan Kurs Jepang

Nilai tukar USD/JPY melemah tajam pada Jumat, turun sekitar 1,4% ke area 156,18 dan menyentuh level terendah sejak akhir Desember. Penurunan lebih dari 300 pip tersebut terjadi di tengah dugaan adanya “pemeriksaan kurs” oleh Kementerian Keuangan Jepang, setelah pelemahan yen yang dinilai berlebihan kembali memunculkan kekhawatiran pasar terhadap potensi intervensi.

Tekanan terhadap pasangan ini juga datang dari pelemahan Dolar AS secara luas. Sentimen terhadap greenback tertekan oleh kekhawatiran terkait independensi Federal Reserve serta kebijakan perdagangan proteksionis Presiden AS Donald Trump, meski ketegangan dagang antara AS dan Uni Eropa disebut mereda belakangan ini.

Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur pergerakan dolar terhadap enam mata uang utama, diperdagangkan di sekitar 98,76, bertahan dekat level terendah sejak 3 Oktober.

Dari Jepang, Bank of Japan (BoJ) pada hari yang sama mempertahankan suku bunga kebijakan di 0,75% sesuai perkiraan pasar, melalui keputusan dengan suara 8-1. Anggota dewan Hajime Takata menjadi pihak yang berbeda pendapat, dengan mendukung kenaikan 25 basis poin menjadi 1,00%.

Dalam Laporan Prospek yang diperbarui, BoJ menyampaikan nada hawkish yang hati-hati. Bank sentral menilai ekonomi Jepang kemungkinan tetap tumbuh secara moderat. Sementara inflasi umum diperkirakan melambat ke bawah 2% pada paruh pertama tahun ini, BoJ memperkirakan inflasi inti akan menguat secara bertahap pada periode selanjutnya.

BoJ juga menegaskan bias pengetatan kebijakan, dengan menyatakan bahwa “suku bunga riil berada di level-level yang sangat rendah,” dan bahwa jika prospek ekonomi dan inflasi terwujud, mereka akan “terus menaikkan suku bunga kebijakan.”

Perhatian pasar berikutnya tertuju pada kebijakan moneter AS menjelang pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada 27–28 Januari. Federal Reserve secara luas diperkirakan mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,50%–3,75%. Meski demikian, investor masih memperkirakan dua kali penurunan suku bunga pada tahun ini, yang turut menjaga tekanan terhadap dolar.