Kredit perbankan terus memainkan peran penting dalam pemulihan dan pembangunan ekonomi di wilayah Vietnam Selatan Tengah dan Dataran Tinggi Vietnam Selatan Tengah. Di bawah yurisdiksi Cabang Regional 10 Bank Negara Vietnam (SBV) yang mencakup provinsi Khanh Hoa dan Lam Dong, kebijakan moneter yang dikelola secara fleksibel dan terkoordinasi dinilai menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi lokal, dengan mendorong aliran modal ke sektor produksi dan kegiatan usaha.
Wilayah ini memiliki potensi pengembangan lintas sektor, mulai dari industri, jasa, dan pariwisata hingga pertanian berteknologi tinggi. Namun, cakupan wilayah yang luas, jarak geografis yang jauh, serta kondisi transportasi yang menantang di sejumlah lokasi menjadi faktor yang turut memengaruhi pengelolaan dan operasional perbankan.
Pada 2025, meski menghadapi berbagai kesulitan, sistem perbankan di Wilayah 10 menjalankan serangkaian solusi moneter dan kredit mengikuti arahan Pemerintah dan Bank Negara Vietnam, dengan dukungan komite dan otoritas setempat. Langkah-langkah tersebut diarahkan untuk membantu mengurangi hambatan bagi dunia usaha dan masyarakat sekaligus mendorong pembangunan sosial-ekonomi.
Direktur Cabang Regional 10 Bank Negara Vietnam, Bui Huy Tho, menyatakan pihaknya memperkuat arahan kepada lembaga kredit agar melaksanakan program dan kebijakan kredit sesuai ketentuan. Fokusnya mencakup upaya menurunkan suku bunga pinjaman, mendukung pemulihan produksi dan bisnis, serta mengarahkan pertumbuhan kredit yang aman dan efektif ke sektor produksi, bisnis, dan bidang prioritas. Pada saat yang sama, kredit ke sektor yang berpotensi risiko dikendalikan secara ketat. Program koneksi bank-perusahaan juga didorong untuk memperluas akses pembiayaan dan mempercepat penyelesaian kendala dalam proses pinjaman.
Dalam praktiknya, dialog dan pendampingan kepada pelaku usaha menjadi salah satu fokus. Sepanjang 2025, Cabang Bank Negara Vietnam di Wilayah 10 mengoordinasikan dan menyelenggarakan konferensi, pertemuan, serta dialog antara bank dan bisnis untuk mengidentifikasi hambatan akses modal dan pertumbuhan kredit, serta menyiapkan solusi penanganannya.
Dukungan tersebut tercermin pada sejumlah pelaku usaha. Perseroan Terbatas Satu Anggota Yen Tam di komune Tan Hoi, Lam Dong—yang memproduksi pupuk organik—dilaporkan mempekerjakan lebih dari 20 pekerja lokal dengan pendapatan rata-rata sekitar 10 juta VND per bulan. Direktur perusahaan, Tran Van Yen, menyebut bank, khususnya Agribank Lam Dong II, menjadi mitra dalam proses produksi dan bisnis, termasuk melalui fasilitas suku bunga preferensial saat menghadapi masa sulit.
Dari sisi perbankan, Direktur cabang BIDV Dak Nong, Le Van Cuong, menyampaikan pihaknya mengintensifkan koneksi bank-bisnis lewat konferensi dan seminar berkala berdasarkan industri, serta membangun titik kontak antara bank dan asosiasi bisnis guna mempercepat identifikasi dan penyelesaian kendala. Ia menekankan perubahan pendekatan dari menunggu pengajuan pinjaman menjadi proaktif mendekati, memberi nasihat, dan mendampingi bisnis, disertai fleksibilitas kebijakan kredit untuk membangun kerja sama jangka panjang.
Hasil dari berbagai langkah tersebut terlihat pada pertumbuhan penghimpunan dana dan penyaluran kredit. Hingga akhir 2025, total modal yang dimobilisasi lembaga kredit di Wilayah 10 mencapai 414.608 miliar VND, naik 16,75% dibanding awal tahun. Pinjaman beredar tercatat 574.307 miliar VND, meningkat 9,62%. Jika memasukkan pinjaman beredar dari lembaga kredit di luar Wilayah 10, total kredit beredar mencapai 762.802 miliar VND. Arus kredit disebut tetap difokuskan pada sektor produksi dan bisnis, terutama bidang prioritas sesuai arahan Pemerintah.
Seiring pertumbuhan kredit, perhatian juga diarahkan pada pengendalian kualitas dan keamanan sistem. Lembaga kredit memperkuat pengawasan penggunaan pinjaman, menyusun rencana penyelesaian utang secara proaktif, serta menjaga keselamatan operasional. Direktur cabang VietinBank Lam Dong, Huynh Thi Kim Dung, menegaskan pertumbuhan kredit harus berjalan seiring kualitas, dengan struktur kredit yang rasional untuk meminimalkan risiko dan meningkatkan efisiensi penggunaan modal. Transformasi digital dalam penilaian dan pengambilan keputusan berbasis data juga didorong untuk meningkatkan kualitas kredit dan kemampuan identifikasi risiko.
Peran kredit perbankan juga terlihat dalam dukungan saat kondisi darurat. Setelah banjir bersejarah pada November 2025, Cabang Regional 10 Bank Negara Vietnam mengeluarkan arahan kepada lembaga kredit di wilayahnya untuk menerapkan langkah-langkah dukungan bagi nasabah terdampak. Kebijakan yang dijalankan meliputi restrukturisasi utang, pengurangan atau penghapusan bunga, serta pertimbangan pinjaman baru berdasarkan kelayakan rencana produksi dan bisnis. Produk pinjaman konsumsi dengan prosedur yang disederhanakan juga dipromosikan untuk membantu masyarakat menstabilkan kehidupan, terutama di pedesaan, daerah terpencil, rumah tangga miskin, dan kelompok penerima kebijakan.
Wakil Direktur Agribank Ninh Thuan, Le Van Lam, menyatakan pihaknya meninjau nasabah terdampak banjir dan menerapkan dukungan seperti penurunan suku bunga serta restrukturisasi jadwal pembayaran. Secara khusus, unit tersebut menurunkan suku bunga untuk 2.140 nasabah dengan total pinjaman tertunggak 499 miliar VND, dengan pengurangan 0,5% per tahun selama enam bulan.
Hingga akhir Desember 2025, lembaga kredit di Wilayah 10 telah merestrukturisasi persyaratan pembayaran pinjaman untuk 709 nasabah dengan total utang 162 miliar VND. Selain itu, bunga dihapuskan atau dikurangi untuk 465 nasabah dengan total 806 juta VND, serta penyaluran pinjaman baru untuk pemulihan produksi diberikan kepada 837 nasabah dengan total pencairan 229 miliar VND, dengan suku bunga 1–2% lebih rendah per tahun dibanding biasanya.
Di tingkat daerah, kontribusi sektor perbankan disebut turut menopang stabilitas sosial-ekonomi. Pada 2025, ekonomi Lam Dong mencatat pertumbuhan PDB 6,42% dengan pendapatan anggaran 31.577 miliar VND. Di Khanh Hoa, PDB meningkat 7,11% dan pendapatan anggaran mencapai 38.926 miliar VND, melampaui proyeksi. Wakil Ketua Komite Rakyat Provinsi Khanh Hoa, Le Huyen, menilai sektor perbankan berkontribusi melalui mobilisasi dana menganggur, penyaluran kredit untuk produksi, bisnis, dan konsumsi yang sah, serta dukungan cepat bagi masyarakat dan pelaku usaha yang terdampak bencana.
Memasuki 2026, yang menjadi tahun pertama pelaksanaan tujuan pembangunan 2026–2030, Cabang Regional 10 Bank Negara Vietnam menyatakan akan melanjutkan pengelolaan kebijakan moneter secara fleksibel dengan target pertumbuhan kredit beredar 15% atau lebih sesuai perkembangan aktual. Prioritas diarahkan pada penguatan hubungan bank dan bisnis, peningkatan kualitas kredit, penerapan transformasi digital, serta diversifikasi produk dan layanan agar modal perbankan menjadi pendorong pembangunan ekonomi yang berkelanjutan di kawasan tersebut.

