BERITA TERKINI
Universitas Jember Studi Tiru ke UNAIR untuk Perkuat Tata Kelola Keuangan dan Pengadaan

Universitas Jember Studi Tiru ke UNAIR untuk Perkuat Tata Kelola Keuangan dan Pengadaan

Universitas Jember (UNEJ) melakukan kunjungan studi tiru ke Universitas Airlangga (UNAIR) guna meningkatkan efisiensi dan transparansi pengelolaan keuangan serta pengadaan barang dan jasa. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu (25/02/2026) di Ruang Sidang Pleno, Kantor Manajemen Lantai 4, UNAIR.

Dalam pertemuan tersebut, tim UNEJ mempelajari sejumlah aspek pengelolaan keuangan, mulai dari perencanaan anggaran, sistem audit, hingga pengelolaan sarana prasarana. Salah satu fokus utama kunjungan adalah tata kelola pengadaan barang dan jasa yang dinilai berperan penting dalam mendukung kelancaran operasional perguruan tinggi.

Rektor UNAIR Prof Dr Muhammad Madyan SE MSi MFin menekankan pentingnya pengelolaan keuangan yang baik untuk menjaga keberlanjutan dan perkembangan universitas. Ia juga menyoroti transparansi dalam pengadaan barang dan jasa sebagai kunci keberhasilan pengelolaan anggaran.

“Kami sangat mengapresiasi kunjungan dari Universitas Jember. Dalam pengelolaan keuangan dan pengadaan barang dan jasa, kami selalu berusaha untuk menerapkan prinsip-prinsip transparansi dan akuntabilitas yang tinggi. Kami berharap kunjungan ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi kedua belah pihak,” ujar Prof Madyan.

Dalam kesempatan itu, Prof Madyan memaparkan penerapan sistem Airlangga Resosteni, yakni sistem yang mengintegrasikan perencanaan sumber daya, keuangan, pengadaan barang dan jasa, audit, sarana prasarana, serta pengelolaan aset. Menurutnya, sistem tersebut mempermudah pengelolaan dan verifikasi barang sekaligus mendorong transparansi dalam setiap proses.

“Kami memiliki sistem yang dinamakan Airlangga Resosteni. Sistem itu mengintegrasikan semua aspek pengelolaan sumber daya, keuangan, pengadaan barang dan jasa, hingga pengelolaan aset. Sistem ini mempermudah verifikasi barang dan memastikan transparansi dalam setiap proses,” jelasnya.

Prof Madyan juga menyampaikan bahwa penerapan sistem tersebut turut mendukung capaian UNAIR dalam memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama 18 tahun berturut-turut.

“Dengan sistem yang kami terapkan, Alhamdulillah, Universitas Airlangga telah berhasil meraih opini WTP selama 18 tahun berturut-turut. Ini menjadi bukti nyata dari keberhasilan kami dalam mengelola keuangan dan menjaga transparansi,” ungkap Prof Madyan.

Ia menambahkan, meski anggaran UNAIR disebut lebih kecil dibandingkan universitas besar lain seperti UI dan UGM, UNAIR tetap berupaya mengelola anggaran secara optimal untuk membangun fasilitas pendukung perkembangan universitas.

“Kami memang kalah jauh dibandingkan universitas-universitas besar lainnya. Namun, dengan anggaran yang terbatas, kami berhasil mengelola dana ini untuk membangun berbagai fasilitas yang mendukung perkembangan universitas,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Rektor Universitas Jember Prof Dr drg Sri Hernawati MKes menyampaikan apresiasi atas sambutan UNAIR dan kesempatan studi tiru yang diberikan. Ia menjelaskan UNEJ tengah bertransformasi menuju Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH), yang menurutnya menjadi tantangan tersendiri karena keterbatasan dana.

Prof Sri juga menyinggung kondisi geografis UNEJ yang berada jauh dari pusat transportasi, sehingga berdampak pada biaya pendidikan atau UKT bagi mahasiswa. “Universitas Jember juga sedang bertransformasi menuju PTN-BH. Meskipun ini menjadi tantangan besar bagi kami karena kami harus berhemat dengan dana yang terbatas, kami tetap berkomitmen untuk melakukan transformasi tersebut. Kami harus mengelola dana secara bijaksana, karena kami berada di daerah yang jauh dari transportasi utama. Hal itu tentu saja mempengaruhi UKT yang kami tetapkan,” jelasnya.

Ia menambahkan, meskipun sejumlah capaian telah diraih, UNEJ masih perlu melakukan perbaikan, terutama terkait pengawasan dan evaluasi sosial. “Meskipun kami telah mencapai banyak hal, masih ada beberapa aspek yang perlu kami teliti dan perbaiki, terutama dalam hal evaluasi sosial. Kami berharap semua proses ini terus diperbaiki agar bisa menghasilkan langkah-langkah yang lebih baik di masa depan,” ungkapnya.

Pertemuan ditutup dengan pertukaran cinderamata sebagai simbol hubungan baik sekaligus komitmen untuk mempererat kerja sama ke depan. Melalui studi tiru ini, UNEJ berharap dapat mengimplementasikan pembelajaran yang diperoleh untuk meningkatkan pengelolaan keuangan serta pengadaan barang dan jasa di lingkungan kampus.