BERITA TERKINI
UNIDO Pilih IWIP sebagai Lokasi Uji Coba Global Pengelolaan Kawasan Industri Nikel Berkelanjutan

UNIDO Pilih IWIP sebagai Lokasi Uji Coba Global Pengelolaan Kawasan Industri Nikel Berkelanjutan

Kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) di Halmahera Tengah, Maluku Utara, ditetapkan sebagai laboratorium penerapan pengelolaan kawasan industri nikel berkelanjutan. Penetapan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Tsingshan Holding Group dan United Nations Industrial Development Organization (UNIDO).

Presiden Direktur PT Indonesia Weda Bay Industrial Park, Kevin He, menyatakan bahwa penunjukan IWIP sebagai proyek percontohan menandai fase baru dalam penguatan praktik keberlanjutan di sektor industri nikel nasional.

Menurut Kevin, status pilot project itu mempertegas komitmen IWIP untuk mendukung agenda strategis Indonesia, termasuk hilirisasi mineral, peningkatan nilai tambah, serta pengembangan kualitas sumber daya manusia, dengan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola sebagai fondasi operasional.

Ia menambahkan, langkah tersebut juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok nikel global yang semakin menuntut standar keberlanjutan.

Dalam tahap awal implementasi kerja sama, Tsingshan, UNIDO, dan IWIP menggelar forum dialog pemangku kepentingan bertajuk Tsingshan–UNIDO Collaboration Conference on Industrial Parks for Sustainable Development. Kegiatan ini berlangsung pada 14–15 Januari 2026 di kawasan IWIP.

Forum tersebut melibatkan berbagai pihak, mulai dari Kementerian Perindustrian, pelaku industri, hingga asosiasi terkait. Agenda utamanya adalah merumuskan arah penguatan tata kelola kawasan industri nikel yang berkelanjutan dan berdaya saing.

Kemitraan Tsingshan, UNIDO, dan IWIP dirancang untuk periode tiga tahun. Fokusnya mencakup peningkatan standar lingkungan, sosial, dan tata kelola kawasan industri melalui empat pilar, yakni pengembangan ekonomi sirkular, peningkatan kapasitas industri, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan manajemen rantai pasok hijau.

Ruang lingkup kegiatan dalam kerja sama ini meliputi peningkatan efisiensi pemanfaatan sumber daya, penerapan proses produksi yang lebih bersih, pengembangan kapasitas sumber daya manusia, adopsi teknologi ramah lingkungan, penerapan standar internasional, hingga upaya menekan dampak lingkungan di sepanjang rantai nilai industri nikel.

Dalam kemitraan tersebut, UNIDO berperan sebagai mitra teknis yang menyediakan pendampingan dan penguatan kapasitas, sementara Tsingshan Holding Group mendukung implementasi langsung di tingkat kawasan industri.