Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 24 Januari memperingatkan akan memberlakukan tarif impor hingga 100% terhadap seluruh barang dari Kanada apabila negara itu menandatangani perjanjian perdagangan dengan China.
Melalui platform media sosial Truth Social, Trump menyampaikan ketidakpuasannya terhadap kemungkinan Kanada menjadi “pelabuhan transit” bagi barang-barang China. Ia menilai skema tersebut dapat membuat produk China masuk ke pasar Amerika Serikat dengan melewati Kanada.
Peringatan itu muncul di tengah langkah terbaru China dan Kanada untuk mempererat hubungan bilateral. Kedua negara disebut telah menyepakati peningkatan kerja sama di berbagai bidang, mulai dari ekonomi dan perdagangan hingga investasi.
Dalam kunjungan resmi ke China pada pertengahan Januari, Perdana Menteri Kanada Mark Carney dan Presiden China Xi Jinping menyepakati pembentukan kemitraan strategis baru. Kesepakatan tersebut dipandang sebagai titik balik setelah hubungan bilateral yang membeku selama bertahun-tahun. Dalam pertemuan itu, kedua pihak juga mencapai kesepakatan perdagangan pendahuluan yang bertujuan menghapus hambatan perdagangan dan mengurangi tarif.
Di sisi lain, negosiasi untuk merevisi Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada (USMCA) sesuai rencana akan dimulai pada awal tahun ini. Secara ekonomi, Kanada sangat bergantung pada perdagangan dengan Amerika Serikat, yang menyerap lebih dari tiga perempat ekspornya.
Sejumlah sektor utama Kanada seperti otomotif, aluminium, dan baja sebelumnya telah terdampak tarif yang diberlakukan Trump. Namun, dampak tersebut disebut sebagian diredam oleh keberadaan perjanjian USMCA yang saat ini masih berlaku.

