PT Bumi Resources Tbk (BUMI), perusahaan pertambangan batu bara, mencatatkan transaksi crossing saham yang signifikan pada awal pekan ini. Data perdagangan pada Senin, 19 Januari 2026 menunjukkan terjadi aksi crossing dengan volume sekitar 18,2 miliar lembar saham.
Transaksi tersebut dilakukan pada harga rata-rata Rp380 per saham, sehingga total nilai crossing mencapai sekitar Rp6,9 triliun. Seluruh proses jual beli difasilitasi oleh Ina Sekuritas Indonesia dengan kode broker RB melalui pasar negosiasi.
Rincian Transaksi
- Volume transaksi: sekitar 18,2 miliar saham
- Harga rata-rata: Rp380 per saham
- Total nilai transaksi: sekitar Rp6,9 triliun
- Broker pelaksana: Ina Sekuritas Indonesia (Kode: RB)
- Pasar: Negosiasi
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi mengenai identitas pihak pembeli maupun tujuan strategis di balik transaksi tersebut. Namun, pengamat pasar modal Michael Yeoh menilai ada indikasi keterlibatan pemegang saham pengendali dalam transaksi ini.
"Transaksi tersebut menarik. Ada indikasi broker RB itu terafiliasi dengan Grup Salim," ujar Michael Yeoh dalam keterangannya pada hari yang sama.
Konteks Kepemilikan dan Strategi BUMI
BUMI saat ini berada di bawah kendali bersama antara Grup Salim dan Grup Bakrie. Aliansi tersebut terbentuk setelah Grup Salim yang dipimpin Anthoni Salim mengakuisisi sebagian saham perseroan pada periode 2022 hingga 2023.
Selain pergerakan saham, fundamental perusahaan juga menjadi perhatian. Mengutip catatan strategis dari UOB Kay Hian tertanggal 19 November 2025, BUMI secara konsisten mempercepat diversifikasi bisnis non-batu bara melalui beberapa inisiatif utama, antara lain:
- Peningkatan produksi emas melalui anak usaha PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS)
- Pertumbuhan volume overburden removal (bcm) di PT Darma Henwa Tbk (DEWA)
- Akusisi aset emas-tembaga Wolfram dengan biaya rendah
Kombinasi transaksi crossing saham yang besar dan langkah diversifikasi bisnis ini menunjukkan dinamika strategis yang tengah berlangsung di tubuh BUMI, meskipun detail rencana ke depan masih belum dipublikasikan secara resmi.