BERITA TERKINI
Tencent Music Entertainment Siapkan IPO Rp 30 Triliun di Pasar Saham AS

Tencent Music Entertainment Siapkan IPO Rp 30 Triliun di Pasar Saham AS

Tencent Music Entertainment Group, anak usaha dari raksasa teknologi Tiongkok Tencent Holdings, secara resmi mengajukan pendaftaran untuk melakukan penawaran umum perdana saham (IPO) di Amerika Serikat dengan simbol "TME". Langkah ini berpotensi menjadi IPO terbesar oleh perusahaan asal China di pasar saham AS.

IPO ini dilakukan di tengah pertumbuhan pesat industri musik online global yang didorong oleh penggunaan aplikasi smartphone. Tencent Music, yang mengelola platform streaming musik digital seperti QQ Music, Kugou, serta aplikasi karaoke WeSing, sedang berupaya memperluas basis pelanggan berbayar sekaligus mengatasi tantangan pembajakan konten musik digital.

Menurut data dari Thomson Reuters IFR, perusahaan menargetkan valuasi sekitar US$25 miliar atau setara dengan Rp 376 triliun. Untuk ukuran IPO, Tencent Music menetapkan jumlah minimal dana yang ingin dihimpun sebesar US$1 miliar, dengan perkiraan total penggalangan dana mencapai US$2 miliar atau sekitar Rp 30 triliun. Namun, nilai akhir IPO dapat berubah tergantung pada harga saham saat penawaran.

Persaingan di Industri Streaming Musik

Tencent Music menjadi salah satu kompetitor utama bagi Spotify Technology SA, yang merupakan pemimpin pasar streaming musik digital global. Spotify sendiri melakukan debut pasar saham pada April tahun ini dengan kenaikan harga saham sekitar 13% pada hari pertama perdagangan. Saat ini, Tencent Music dimiliki mayoritas oleh Tencent dengan kepemilikan 58,1%, sementara Spotify memegang 9,1% saham.

Kinerja Keuangan dan Dukungan Bank Investasi

Dalam dokumen pendaftaran yang diajukan ke Securities and Exchange Commission (SEC) AS, Tencent Music melaporkan laba sebesar US$263 juta dengan pendapatan mencapai US$1,30 miliar untuk semester pertama tahun ini hingga 30 Juni. Beberapa bank investasi ternama seperti Bank of America, Deutsche Bank, Goldman Sachs (Asia), JPMorgan, dan Morgan Stanley ditunjuk sebagai penanggung jawab utama dalam penawaran saham ini.

Implikasi dan Tren Pasar

IPO Tencent Music ini juga menjadi sorotan karena menunjukkan preferensi beberapa perusahaan teknologi China untuk mencatatkan saham di AS dibandingkan di Hong Kong, meskipun otoritas Hong Kong telah melonggarkan aturan pencatatan. Salah satu hambatan utama adalah ketentuan terkait hak suara berbobot yang belum memungkinkan perusahaan untuk memanfaatkannya secara optimal di bursa Hong Kong.

Sepanjang tahun ini, perusahaan asal China telah berhasil mengumpulkan dana sebesar US$5,9 miliar melalui pencatatan di AS, mencetak rekor tahunan baru. Dengan nilai yang ditargetkan, Tencent Music berpotensi menjadi IPO terbesar tahun ini, melampaui penggalangan dana US$2,4 miliar yang dicapai oleh penyedia layanan streaming video iQIYI pada bulan Maret.