Nilai tukar euro kembali menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (11/3/2020), menjelang pengumuman kebijakan moneter dari European Central Bank (ECB) yang dijadwalkan Kamis besok.
Pada pukul 20:07 WIB, euro tercatat naik sebesar 0,52% menjadi US$ 1,1338 di pasar spot, menurut data Refinitiv. Pengumuman ECB ini terjadi di tengah langkah sejumlah bank sentral utama dunia yang memberikan stimulus guna meredam dampak penyebaran virus corona terhadap perekonomian global.
Langkah Stimulus dari Bank Sentral Lain
Bank of England (BoE) siang tadi mengambil langkah pemangkasan suku bunga darurat sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 0,25%. Keputusan tersebut diambil secara bulat dalam rapat Komite Kebijakan Moneter (MPC) yang berakhir pada 10 Maret 2020. Selain memangkas suku bunga, BoE juga mengumumkan skema pembiayaan baru yang ditujukan untuk perusahaan kecil dan menengah serta sektor perbankan, sebagai upaya meminimalisir dampak negatif virus corona terhadap ekonomi Inggris.
Langkah BoE ini sejalan dengan kebijakan Federal Reserve (The Fed) AS yang telah memangkas suku bunga acuannya sebesar 50 bps menjadi 1%-1,25% pada Selasa (3/3/2020) malam waktu AS. Pemangkasan tersebut merupakan yang pertama sejak krisis finansial 2008, dan dilakukan lebih awal dari jadwal Rapat Dewan Gubernur (RDG) The Fed yang seharusnya digelar pada 17-18 Maret 2020.
Prediksi Pasar Terhadap Kebijakan The Fed
Berdasarkan data FedWatch dari CME Group, pelaku pasar memperkirakan The Fed kemungkinan akan melakukan pemangkasan suku bunga lebih lanjut saat pengumuman berikutnya pada 18 Maret 2020. Probabilitas terbesar (66,4%) adalah pemangkasan 75 bps menjadi 0,5%-0,75%, sementara 33,6% memprediksi pemangkasan 100 bps menjadi 0%-0,25%. Tidak ada peluang signifikan bagi pemangkasan 50 atau 25 bps maupun suku bunga yang dipertahankan.
Kebijakan ECB yang Terbatas
Sementara itu, ruang gerak kebijakan ECB diperkirakan lebih terbatas dibandingkan The Fed. Pada September 2019, ECB telah meluncurkan stimulus untuk mendorong ekonomi zona euro yang melambat. Saat itu, suku bunga deposito dipangkas 10 bps menjadi -0,5%, sedangkan suku bunga utama tetap di 0% dan suku bunga pinjaman di 0,25%.
ECB juga mengaktifkan kembali program pembelian aset (quantitative easing/QE) dengan nilai pembelian sebesar 20 miliar euro per bulan mulai 1 November 2019. Program ini dilakukan tanpa batas waktu tertentu, yang berarti akan terus dijalankan selama diperlukan untuk memberikan stimulus bagi ekonomi zona euro.
Dengan suku bunga yang sudah sangat rendah bahkan negatif serta program QE yang sedang berjalan, kebijakan ECB kemungkinan tidak akan seagresif The Fed. Hal ini turut mendukung penguatan euro terhadap dolar AS menjelang pengumuman kebijakan moneter ECB.