BERITA TERKINI
The Fed Tampil Lebih Dovish, Euro Terus Menguat terhadap Dolar AS

The Fed Tampil Lebih Dovish, Euro Terus Menguat terhadap Dolar AS

Jakarta – Federal Reserve (The Fed), bank sentral Amerika Serikat, mengumumkan kebijakan moneternya pada Kamis (20/6/2019) dini hari. Sikap The Fed dinilai lebih sabar atau dovish dibandingkan dengan European Central Bank (ECB), yang memberikan tekanan pada dolar AS dan mendorong penguatan mata uang euro dalam perdagangan hari ini.

Gubernur The Fed, Jerome Powell, menyampaikan bahwa sejumlah anggota dewan semakin mendukung penerapan kebijakan yang lebih akomodatif. The Fed juga memberikan sinyal kemungkinan akan memangkas suku bunga sebanyak dua kali dalam tahun ini. Prediksi tersebut diperkuat oleh analis dari Goldman Sachs yang memperkirakan pemangkasan suku bunga akan dilakukan pada Juli dan September.

Sementara itu, Presiden ECB, Mario Draghi, juga menunjukkan sikap dovish. Namun, Draghi menyatakan bahwa stimulus moneter hanya akan diberikan jika kondisi perekonomian zona euro memburuk. Dengan kata lain, apabila ekonomi di blok 19 negara tersebut membaik, kemungkinan tidak akan ada pelonggaran kebijakan dari ECB.

Sikap The Fed yang lebih dovish dibandingkan ECB membuat mata uang euro terus menguat terhadap dolar AS. Pada pukul 13:35 WIB, euro diperdagangkan di kisaran US$ 1,1291, berdasarkan data dari MetaTrader 5.

Analisis Teknikal EUR/USD

  • Grafik Harian: Pasangan EUR/USD bergerak di atas rata-rata pergerakan 8 hari (MA 8) dan 21 hari (MA 21), namun masih tertahan di bawah rata-rata pergerakan 125 hari (MA 125). Indikator MACD masih berada di zona positif meskipun menunjukkan tren menurun. Jika euro mampu mengakhiri perdagangan di atas level US$ 1,1250, ada potensi penguatan lebih lanjut dalam jangka menengah.
  • Grafik 30 Menit: Euro bergerak di atas MA 8 dan MA 21, namun masih di bawah MA 125. Indikator MACD berada di wilayah positif, sementara indikator Stochastic menunjukkan pergerakan naik menuju area jenuh beli (overbought). Area resistance di US$ 1,1287 telah berhasil ditembus dan kini menjadi support terdekat. Selama bertahan di atas level ini, euro berpeluang naik menuju US$ 1,1310, dan jika menembus level tersebut, target berikutnya adalah US$ 1,1335.
  • Namun, jika euro turun menembus support di US$ 1,1287, maka ada kemungkinan terjadi koreksi ke area US$ 1,1250.