BERITA TERKINI
Tips Aman untuk Gen Z agar Terhindar dari Penipuan saat Transaksi Digital

Tips Aman untuk Gen Z agar Terhindar dari Penipuan saat Transaksi Digital

Belanja online kian menjadi pilihan utama Gen Z karena dinilai praktis, cepat, dan menawarkan beragam promo. Berbagai kebutuhan, mulai dari keperluan harian hingga hobi, kini dapat dibeli hanya melalui smartphone.

Seiring kemudahan akses marketplace dan layanan pembayaran digital, tren ini terus tumbuh. Namun, peningkatan aktivitas transaksi digital juga diikuti munculnya berbagai modus penipuan, seperti toko fiktif, penjual palsu, hingga social engineering melalui chat maupun tautan berbahaya.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat terdapat 56.154 laporan pengaduan penipuan transaksi belanja online dengan total kerugian mencapai Rp 1 triliun. Data ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan konsumen saat bertransaksi.

Untuk membantu belanja online tetap aman, berikut sejumlah langkah yang dapat diterapkan:

1. Cek kredibilitas toko sebelum membeli
Pastikan toko memiliki rekam jejak yang jelas, seperti rating tinggi dan ulasan yang konsisten positif. Periksa pula foto unggahan pembeli untuk memastikan kesesuaian produk. Semakin transparan informasi yang tersedia, risiko terkena penipuan dapat ditekan.

2. Hindari transaksi melalui jalur pribadi di luar platform
Transaksi lewat chat atau transfer ke rekening pribadi di luar marketplace berpotensi menghilangkan perlindungan konsumen. Modus ini sering digunakan untuk menghindari sistem keamanan platform. Karena itu, transaksi disarankan dilakukan melalui fitur resmi agar lebih aman.

3. Waspadai harga yang terlalu murah
Harga yang jauh di bawah pasaran patut dicurigai. Sejumlah kasus menunjukkan barang tidak dikirim atau kualitasnya jauh dari ekspektasi. Bandingkan harga dengan toko resmi atau penjual tepercaya sebelum melakukan pembayaran.

4. Jangan klik tautan mencurigakan
Tautan dari nomor asing dapat mengarah ke situs palsu yang bertujuan mencuri data pribadi. Biasanya, pesan dikemas sebagai promo, hadiah, atau konfirmasi paket. Jika meragukan, abaikan dan hapus pesan tersebut.

5. Verifikasi nomor atau identitas yang menghubungi
Penipu kerap menyamar sebagai pihak resmi, mulai dari kurir hingga layanan pelanggan. Karena itu, identitas yang menghubungi perlu dicek ulang melalui platform resmi atau fitur pengaman di aplikasi sebelum memberikan respons.

Di tengah maraknya modus penipuan, penggunaan aplikasi transaksi dengan fitur perlindungan juga menjadi perhatian. Salah satu dompet digital yang menyediakan fitur keamanan adalah DANA melalui menu DANA Protection.

DANA menghadirkan Jaminan Anti Penipuan untuk membantu pengguna tetap aman saat bertransaksi. Melalui fitur Scam Checker, pengguna dapat mengecek risiko penipuan dengan memasukkan nomor ponsel, tautan, akun media sosial, atau nomor rekening yang mencurigakan.

Fitur ini ditujukan untuk membantu pengguna memverifikasi pihak yang menghubungi dan mengaku sebagai perwakilan DANA. Dengan memasukkan nomor atau tautan, pengguna dapat mengetahui apakah identitas tersebut terindikasi berbahaya.