BERITA TERKINI
Strategi Bank Raya Memperkuat Bisnis Digital di Tengah Laju Ekonomi Digital Indonesia

Strategi Bank Raya Memperkuat Bisnis Digital di Tengah Laju Ekonomi Digital Indonesia

Transformasi bisnis digital di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir berkembang pesat. Nilai ekonomi digital nasional diperkirakan telah melampaui US$ 80 miliar dan berpotensi menembus US$ 100 miliar pada 2025, didorong pertumbuhan e-commerce, layanan keuangan digital, serta ekosistem startup yang kian matang. Dengan lebih dari 210 juta pengguna internet dan tingginya adopsi pembayaran digital, Indonesia menjadi salah satu pasar digital terbesar di Asia Tenggara. Kondisi ini mendorong lembaga keuangan untuk berinovasi menghadirkan layanan yang lebih cepat, fleksibel, dan berbasis teknologi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan nilai ekonomi digital Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan signifikan. Ia menyebut nilai ekonomi digital Indonesia pada 2022 mencapai US$ 77 miliar dan diperkirakan bisa tumbuh dua kali lipat menjadi sekitar US$ 130 miliar pada 2025.

Dari sisi pengawasan dan kinerja industri, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menyatakan bank digital saat ini tergolong solid secara keuangan. Tingkat permodalan atau KPMM tercatat di atas 30%, sementara net interest margin (NIM) mencapai sekitar 2,5 kali lipat rata-rata industri perbankan konvensional.

Dian juga menjelaskan terdapat dua model utama bank digital. Pertama, bank digital dengan stand alone business model yang memiliki ekosistem terbatas. Kedua, bank digital yang bersinergi dengan lembaga jasa keuangan (LJK) atau BigTech melalui model kemitraan untuk memperluas basis nasabah, sebelum menuju kemandirian fungsi intermediasi. Ke depan, pengawasan bank digital disebut tidak hanya bertumpu pada rasio keuangan, melainkan melampaui aspek finansial.

Ketua Umum Asosiasi Fintech Indonesia Pandu Sjahrir menilai penetrasi layanan keuangan digital turut mempercepat inklusi keuangan. Menurutnya, inovasi perbankan digital dan fintech membantu masyarakat—khususnya pelaku UMKM—mendapatkan akses pembiayaan dan layanan transaksi yang lebih mudah dan aman.

Di tengah dinamika tersebut, PT Bank Raya Indonesia Tbk (Bank Raya), bank digital bagian dari BRI Group, menyatakan terus memperkuat fundamental bisnis dan mengandalkan inovasi produk serta layanan untuk menopang prospek kinerja ke depan. Bank Raya menempatkan pengembangan layanan digital sebagai bagian dari upaya menuju ekosistem keuangan digital yang berkelanjutan.

Kinerja Bank Raya pada Kuartal IV/2025 tercermin dari penyaluran kredit digital yang mencapai Rp 28,75 triliun atau tumbuh 39,8% secara tahunan (yoy). Capaian ini mendorong pertumbuhan outstanding kredit digital menjadi Rp 3,07 triliun atau meningkat 33,9% yoy.

Dari sisi penghimpunan dana, Bank Raya mencatat perbaikan porsi dana murah melalui peningkatan rasio CASA menjadi 33,62%. Peningkatan CASA melalui Aplikasi Raya disebut menjadi salah satu strategi untuk menekan biaya dana, sekaligus memperkuat kenyamanan dan kemudahan transaksi nasabah.

Bank Raya memperkuat layanan pembayaran digital melalui sejumlah fitur, seperti QRIS, Saku Bareng, dan Saku Bisnis. Nasabah juga dapat bertransaksi melalui fitur Quick Access QRIS yang tersedia lewat shortcut menu pada halaman login aplikasi.

Dalam pengembangan layanan, Bank Raya menekankan fokus pada kebutuhan nasabah, termasuk pelaku usaha yang membutuhkan sistem transaksi dan pengelolaan keuangan yang lebih efisien. Perbankan digital dinilai memberikan kemudahan dan kecepatan transaksi yang mendukung daya saing UMKM.

Bank Raya menyebut layanan digital memungkinkan nasabah mengelola keuangan tanpa harus datang ke kantor cabang, sehingga dapat menghemat biaya transportasi. Perseroan juga menyampaikan rekeningnya tidak dikenakan biaya admin dan tanpa saldo minimal, sehingga nasabah dapat bertransaksi secara realtime. Melalui fitur Saku Bisnis, nasabah dapat memisahkan pos-pos keuangan usaha dalam satu aplikasi. Hingga Desember 2025, pengguna Aplikasi Raya tercatat telah mencapai lebih dari 1 juta pengguna.

Selain kebutuhan usaha, Bank Raya juga menangkap kebutuhan perencanaan finansial bersama pasangan, keluarga, atau komunitas. Melalui fitur Saku Bareng, nasabah dapat menabung bersama dengan mengajak teman dan kerabat, sehingga aktivitas menabung dapat dilakukan secara kolaboratif.

Di sisi keamanan, Bank Raya menempatkannya sebagai prioritas. Penguatan tata kelola teknologi informasi dilakukan antara lain melalui pembukaan rekening online, penyediaan beragam transaksi pembayaran dalam satu aplikasi, layanan pinjaman digital, serta fitur layanan nasabah melalui Sapa Raya dan Video Call yang disebut dirancang aman dan nyaman.

Direktur Utama Bank Raya Ida Bagus Ketut Subagia mengatakan perseroan mendorong perluasan adopsi Aplikasi Raya melalui langkah literasi keuangan lewat berbagai kanal, serta program yang mendorong minat masyarakat menggunakan produk dan layanan Bank Raya, dengan tujuan meningkatkan brand awareness.

Upaya literasi dan kedekatan dengan masyarakat juga dilakukan melalui aktivitas engagement secara langsung, termasuk menyasar komunitas pelari dengan penyelenggaraan Raya Run di Surabaya pada 26 Oktober 2025 dan SSF Raya Fun Run 5K di Jakarta pada 29 November 2025.

Dalam ekosistem BRI Group, Bank Raya menegaskan perannya sebagai bank digital untuk melengkapi kebutuhan masyarakat dan mendukung percepatan inklusi keuangan. Sebagai digital attacker BRI Group, Bank Raya juga memperluas penyaluran kredit digital dengan menggandeng Agen BRILink serta Agen Gadai.

Salah satu produk, Pinang Dana Talangan, yang ditujukan mendukung produktivitas bisnis keagenan, mencatat outstanding Rp 1,08 triliun hingga Kuartal IV/2025 atau tumbuh 52,9% yoy. Sementara Pinang Flexi yang dirancang untuk nasabah payroll BRI dan Bank Raya mencatat pertumbuhan hingga Rp 1,03 triliun atau naik 20,5% yoy.

Menutup tahun 2025, Bank Raya menyatakan terus mempertegas transformasinya dari perbankan konvensional menjadi bank digital. Melalui inovasi fitur dan produk di Aplikasi Raya, perseroan menargetkan penguatan komitmen sebagai bank digital dalam ekosistem keuangan digital yang berkelanjutan.