BERITA TERKINI
Serangan AS dan Israel ke Iran Picu Ketegangan Baru, Harga Minyak Menguat dan Pasar Global Berjaga

Serangan AS dan Israel ke Iran Picu Ketegangan Baru, Harga Minyak Menguat dan Pasar Global Berjaga

Situasi di Timur Tengah kembali memanas setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara terhadap Iran pada Sabtu. Serangan tersebut menargetkan kepemimpinan negara itu dan memicu babak konflik baru di kawasan.

Negara-negara Teluk Arab yang merupakan produsen minyak utama dilaporkan berada dalam siaga tinggi, menyusul kekhawatiran akan eskalasi lebih lanjut. Teheran merespons dengan meluncurkan rudal ke arah Israel.

Ketegangan ini segera memunculkan kekhawatiran terhadap dampaknya pada pasar global, terutama melalui pergerakan harga minyak. Minyak kerap menjadi indikator utama saat krisis di Timur Tengah meningkat, mengingat peran Iran sebagai produsen penting dan posisinya yang berdekatan dengan Selat Hormuz.

Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang dilalui sekitar 20% pasokan minyak dunia. Dalam kondisi konflik, risiko gangguan terhadap arus minyak ke pasar internasional dapat meningkat, yang pada gilirannya mendorong harga lebih tinggi.

Pada sesi perdagangan Jumat, harga minyak mentah Brent berfluktuasi di kisaran 73 dolar AS per barel, naik sekitar 20% sejak awal tahun. Perkembangan konflik dan respons lanjutan dari pihak-pihak terkait berpotensi menjadi faktor penentu arah pasar berikutnya.