PT Asuransi Jiwa Sequis Life menggelar customer gathering bagi nasabah prioritas di Medan pada 26 Februari dan Batam pada 27 Februari 2026. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari perayaan Tahun Baru Imlek bersama para pemangku kepentingan perusahaan.
Acara di Medan dihadiri sekitar 690 peserta, sementara di Batam diikuti sekitar 200 peserta. Dalam pertemuan itu, nasabah bertemu dengan jajaran direksi Sequis Life, termasuk President Director & CEO Sequis Life Ted Margono serta Director & Chief Agency Officer Sequis Life Edisjah. Sequis Life menyatakan kegiatan ini menjadi upaya mempererat hubungan personal dengan nasabah dan tenaga pemasar.
Sequis Life menilai loyalitas nasabah sebagai salah satu fondasi pertumbuhan berkelanjutan. Selain berfokus pada akuisisi, perusahaan juga menekankan peningkatan kualitas layanan bagi nasabah yang sudah ada, termasuk melalui akses layanan yang lebih mudah dan inklusif.
Menurut Ted Margono, customer gathering merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memahami kebutuhan nasabah lebih mendalam. Ia menyebut perusahaan ingin memastikan solusi perlindungan tetap relevan dengan tahap kehidupan dan tujuan finansial masing-masing nasabah, sekaligus memperkuat literasi keuangan.
“Customer gathering adalah bagian dari strategi perusahaan untuk memahami kebutuhan nasabah secara lebih mendalam. Kami ingin memastikan solusi perlindungan mereka tetap relevan dengan tahap kehidupan dan tujuan finansial masing-masing. Kami juga ingin memperkuat literasi keuangan agar nasabah mampu melindungi keluarga sekaligus menjadi duta literasi di lingkungan sekitarnya,” ujar Ted dalam keterangan tertulis, Minggu (1/3).
Ted juga menyoroti Medan dan Batam sebagai wilayah strategis dengan potensi ekonomi yang dinamis. Meski memiliki karakter pasar yang berbeda, keduanya disebut sebagai pusat bisnis dan investasi dengan mobilitas tinggi, sehingga menjadi pasar penting bagi kebutuhan proteksi. Ia menilai gaya hidup serta risiko lingkungan spesifik di masing-masing kota turut meningkatkan urgensi asuransi jiwa dan kesehatan untuk menjaga stabilitas finansial masyarakat dan keberlangsungan bisnis.
Di Medan, kebutuhan asuransi jiwa dan kesehatan disebut terus meningkat seiring kenaikan biaya medis dan perubahan gaya hidup. Sebagai kota multietnik, tradisi lokal yang beragam dinilai turut memengaruhi cara pandang masyarakat terhadap perencanaan keuangan dan proteksi.
Sequis Life juga menyoroti kuatnya tradisi wirausaha di Medan dan sekitarnya. Dalam konteks ini, risiko terhadap pencari nafkah dapat berdampak pada stabilitas ekonomi keluarga hingga keberlanjutan usaha lintas generasi. Perusahaan menilai asuransi dapat berperan sebagai jaring pengaman finansial dan bagian dari perencanaan warisan (legacy).
Sementara itu di Batam, perusahaan menyebut asuransi jiwa dan kesehatan telah bergeser menjadi kebutuhan yang bersifat fungsional. Tingginya mobilitas pekerja industri dan ekspatriat di kawasan perdagangan internasional tersebut membuat proteksi dipandang sebagai bagian dari perencanaan finansial. Sequis Life menyatakan asuransi juga berfungsi menjaga produktivitas, sehingga semakin banyak individu dan keluarga yang terproteksi dinilai dapat memperkuat fondasi ekonomi Batam.
Dalam kesempatan yang sama, Edisjah menekankan peran tenaga pemasar atau agen dalam membangun kepercayaan jangka panjang. Ia menyatakan hubungan antara nasabah dan tenaga pemasar tidak semata transaksi, melainkan kemitraan yang berkelanjutan.
“Edukasi finansial yang konsisten dan layanan yang responsif adalah kunci agar nasabah merasa aman dan nyaman merencanakan masa depan keluarganya bersama Sequis Life. Kami mendorong agen Sequis Life untuk senantiasa memberikan pendampingan agar nasabah dapat mengukur risiko serta mengoptimalkan alokasi dana sesuai kebutuhan mereka,” ungkap Edisjah.

