Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent menyampaikan pandangannya mengenai pasar tenaga kerja, kebijakan perdagangan, dan kondisi pasar energi dalam pernyataan pada Rabu, di tengah ketegangan geopolitik yang meningkat serta kembalinya volatilitas harga minyak.
Dalam isu ketenagakerjaan, Bessent menyatakan tetap optimistis terhadap penciptaan lapangan kerja sepanjang tahun ini. Ia menekankan bahwa pertumbuhan pekerjaan yang berkelanjutan seharusnya terutama didorong oleh sektor swasta. Menurutnya, kekuatan terbaru pada pekerjaan sementara kerap menjadi sinyal awal munculnya momentum perekrutan yang lebih luas.
Terkait kebijakan perdagangan, Bessent mengisyaratkan bahwa tarif dapat naik hingga sekitar 15% dalam waktu dekat. Namun, ia menyebut kenaikan tersebut kemungkinan bersifat sementara. Ia memperkirakan tarif dapat kembali ke level sebelumnya dalam sekitar lima bulan, seiring pemerintah melanjutkan peninjauan tambahan atas ketentuan Bagian 301 dan Bagian 232.
Dari sisi energi, Bessent berpendapat pasokan minyak mentah di pasar global masih memadai. Ia menyoroti bahwa volume minyak yang signifikan masih berada di luar wilayah Teluk. Ia juga mengatakan Amerika Serikat tengah berkoordinasi dengan negara-negara lain dan dapat mengambil langkah untuk memastikan keamanan pelayaran tanker apabila diperlukan.
Bessent turut menyinggung posisi Tiongkok di bidang energi. Ia menilai ketergantungan negara tersebut pada impor minyak mentah membuatnya rentan terhadap potensi gangguan dalam rantai pasokan global.

