BERITA TERKINI
Sentimen Selat Hormuz Membaik, Bursa Asia Berpeluang Menguat

Sentimen Selat Hormuz Membaik, Bursa Asia Berpeluang Menguat

Bursa saham Asia diperkirakan menguat pada perdagangan Selasa (17/3), mengikuti penguatan Wall Street setelah harga minyak mentah mulai melandai. Sentimen pasar membaik seiring harapan bahwa lebih banyak kapal tanker akan diizinkan melintasi Selat Hormuz.

Kontrak berjangka indeks saham mengindikasikan pembukaan yang lebih tinggi di Jepang, Australia, dan Hong Kong. Pergerakan ini terjadi setelah harga minyak mentah turun untuk pertama kalinya dalam empat hari pada perdagangan Senin (16/3). Pada Selasa pagi, minyak West Texas Intermediate (WTI) bergerak sedikit lebih tinggi setelah sempat merosot lebih dari 5% pada sesi sebelumnya.

Di Amerika Serikat, indeks S&P 500 mencatat hari terbaiknya sejak Februari, ditopang lonjakan saham teknologi. Saham Nvidia Corp naik 1,7% setelah perusahaan memproyeksikan pendapatan setidaknya US$1 triliun dari cip kecerdasan buatan (AI) hingga akhir 2027.

Di pasar obligasi, Treasury menguat karena pelemahan harga minyak meredam kekhawatiran inflasi. Sementara itu, dolar AS mencatat penurunan harian terdalam dalam lebih dari sebulan.

Minat risiko investor juga didorong oleh ekspektasi bahwa negara-negara dengan perekonomian utama dunia akan melepas cadangan minyak untuk menutup gangguan pasokan. Situasi ini muncul setelah Presiden Donald Trump berulang kali menyerukan agar sekutu membantu mengamankan Selat Hormuz. Meski sentimen membaik, ancaman terhadap jalur pelayaran vital tersebut masih membayangi pasar menjelang rangkaian pertemuan bank sentral pada pekan ini.