BERITA TERKINI
Sekuritas Bidik Lonjakan Investor Saham Syariah pada 2026 Lewat Komunitas dan Kampus

Sekuritas Bidik Lonjakan Investor Saham Syariah pada 2026 Lewat Komunitas dan Kampus

Sejumlah perusahaan sekuritas menyiapkan berbagai strategi untuk meningkatkan jumlah investor pasar modal syariah pada 2026. Upaya yang ditempuh antara lain menggandeng komunitas saham, bekerja sama dengan lembaga pendidikan untuk menjaring investor muda, serta memperluas kegiatan literasi pasar modal. Beragam langkah ini diyakini dapat mendorong pertumbuhan investor pasar modal syariah pada 2026 di kisaran 10% hingga 50%.

PT MNC Sekuritas menargetkan pertumbuhan investor pasar modal syariah sekitar 25%–50% pada 2026. Head of Sharia Business & Investment Gallery MNC Sekuritas, Indah Nurhabibah, menyatakan perusahaan optimistis target tersebut dapat tercapai seiring menguatnya dukungan regulator dan ekosistem pasar modal dalam mendorong literasi serta partisipasi masyarakat pada investasi syariah.

Indah menjelaskan, jumlah investor saham syariah di MNC Sekuritas pada 2025 melonjak lebih dari 100% dibandingkan periode sebelumnya. Kondisi itu disebut turut mendorong porsi investor saham syariah terhadap total investor saham menunjukkan tren peningkatan.

Sementara itu, PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menargetkan pertumbuhan investor saham syariah hingga 20% dari total sekitar 11 ribu investor saham syariah saat ini. Dari sisi rasio, jumlah investor saham syariah perusahaan tersebut sekitar 3% dari total 430 ribu investor.

Adapun PT RHB Sekuritas Indonesia masih berupaya meningkatkan rasio investor saham syariah dibandingkan total investor secara umum. PIC Shariah RHB Sekuritas Indonesia, Dian Eka Puspitasari, menyebut rasio investor syariah di perusahaan masih kecil dibandingkan investor konvensional karena RHB Sekuritas Indonesia baru memiliki Sistem Online Trading Syariah (SOTS) pada 2018.

Ketiga sekuritas itu juga memaparkan bahwa investor pasar modal syariah berkontribusi terhadap aktivitas perdagangan saham, baik dari sisi nilai transaksi, volume transaksi, maupun frekuensi transaksi. Di RHB Sekuritas Indonesia, kontribusi investor saham syariah terhadap nilai transaksi meningkat lebih dari 66% pada 2025.

Mirae Asset Sekuritas Indonesia mencatat kontribusi investor syariah terhadap nilai transaksi sebesar Rp531 miliar, dengan volume transaksi 4 miliar dan frekuensi transaksi 283 ribu kali pada 2025. Sementara MNC Sekuritas tidak merinci kontribusi investor syariah terhadap nilai transaksi, volume, dan frekuensi transaksi pada 2025, namun manajemen menyatakan optimistis dapat meningkatkan jumlah investor syariah.

Dalam hal strategi akuisisi investor ritel, ketiga perusahaan menekankan peran komunitas dan lembaga pendidikan sebagai saluran utama. Menurut mereka, pendekatan tersebut memudahkan aktivasi edukasi dan literasi pasar modal syariah.

Mirae Asset Sekuritas Indonesia, misalnya, melakukan edukasi di komunitas dan universitas, terutama yang berbasis Islam. Head of Retail Business Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Prisa Ngadianto, menyebut pengembangan pada 2026 kemungkinan akan difokuskan pada produk wealth management berbasis syariah, tidak hanya saham, tetapi juga reksa dana dan obligasi.

Di sisi lain, MNC Sekuritas menyatakan akan memperkuat ekosistem edukasi, literasi, dan inklusi keuangan syariah yang berkelanjutan. Selain mengoptimalkan program yang diinisiasi regulator, perusahaan berencana berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk lembaga pendidikan, komunitas investor, institusi keuangan, hingga organisasi sosial keagamaan.

RHB Sekuritas Indonesia juga menyampaikan terus aktif menggandeng komunitas dan menggelar kelas-kelas edukasi untuk meningkatkan literasi nasabah. Dian menambahkan, perusahaan mendorong edukasi serta aktivasi nasabah baru maupun lama agar tetap aktif bertransaksi.

Di tengah upaya pengembangan investor tersebut, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) pada perdagangan 13 Maret 2026 ditutup melemah 3,83% ke level 249,31. Pelemahan ISSI terjadi bersamaan dengan koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang turun 3,06% ke level 7.137,21.

Pada hari yang sama, volume transaksi ISSI tercatat 17,18 miliar saham dengan nilai transaksi Rp8,47 triliun. Frekuensi transaksi mencapai 1,11 juta kali, sementara kapitalisasi pasar tercatat menembus Rp7.179 triliun.