Nilai kontrak rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di pasar Non-Deliverable Forward (NDF) melemah terbatas pada perdagangan Selasa (3/3/2026). Rupiah dibuka stagnan di level yang sama dengan penutupan sebelumnya, namun tekanan eksternal masih membayangi sementara sentimen domestik dinilai belum cukup kuat untuk menopang pergerakan.
Pada pagi ini, rupiah di pasar offshore terdepresiasi tipis 0,08% ke posisi Rp16.895/US$. Sehari sebelumnya, rupiah sempat melemah 0,46% dan berada di level Rp16.881/US$, yang juga menjadi level pembukaan pada pagi hari ini.
Dari sisi global, indeks dolar AS tercatat menguat 0,79% ke level 98,38. Meski dolar AS menguat, sejumlah mata uang Asia bergerak beragam dengan beberapa di antaranya membalikkan arah dan menguat terbatas.
Dolar Singapura menguat 0,09%, yuan offshore China naik 0,09%, dan yen Jepang menguat terbatas 0,03%. Sementara itu, di pasar yang sudah buka, won Korea Selatan tertekan 1,39% dan ringgit Malaysia melemah 0,01%.
Pergerakan ini menunjukkan rupiah masih berada dalam bayang-bayang sentimen eksternal, dengan dinamika mata uang regional yang cenderung fluktuatif seiring penguatan dolar AS.

