Sebuah penelitian mahasiswa Magister Ilmu Ekonomi Universitas Tanjungpura mencatat perubahan perilaku wisatawan Indonesia yang kini lebih banyak memilih berlibur ke Kuching, Malaysia, dibandingkan destinasi wisata dalam negeri. Temuan ini menyoroti dua faktor utama yang memengaruhi keputusan perjalanan, yakni pengaruh media sosial dan pertimbangan ekonomi lintas batas.
Berdasarkan hasil survei, mayoritas responden mengandalkan Instagram, TikTok, dan YouTube untuk mencari referensi liburan. Konten visual dari travel influencer serta testimoni positif di media sosial disebut memperkuat persepsi bahwa Kuching merupakan destinasi yang menarik, nyaman, dan terjangkau.
Peneliti dalam laporan tersebut menyatakan media sosial telah menjadi instrumen promosi yang efektif karena membentuk citra destinasi secara langsung di benak calon wisatawan.
Dari sisi ekonomi, wisatawan Indonesia menilai nilai tukar rupiah terhadap ringgit yang lebih menguntungkan serta harga barang dan jasa di Kuching yang relatif murah sebagai alasan utama. Selain itu, kemudahan sistem pembayaran digital dan kualitas pelayanan publik yang baik turut meningkatkan kepuasan perjalanan wisata lintas batas.
Bagi sektor pariwisata Indonesia, fenomena ini dipandang sebagai sinyal bahwa daya saing destinasi domestik masih perlu diperkuat. Aspek pelayanan, kebersihan, serta strategi promosi berbasis media sosial dinilai belum optimal.
Tim peneliti Universitas Tanjungpura menilai Indonesia memiliki kekayaan wisata yang besar, namun belum seluruhnya dikelola dengan pendekatan digital dan strategi ekonomi yang efisien.
Melalui penelitian berjudul “Peran Media Sosial dalam Mempengaruhi Keputusan Wisatawan Indonesia Berkunjung ke Kuching: Perspektif Ekonomi Lintas Batas”, para peneliti berharap hasil kajian ini dapat menjadi bahan refleksi bagi pemerintah daerah dan pelaku industri untuk meningkatkan inovasi promosi serta memperbaiki kualitas pengalaman wisata di dalam negeri.
Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa perpaduan promosi digital yang efektif dan kondisi ekonomi yang menguntungkan membuat Kuching lebih menarik bagi wisatawan Indonesia. Agar tidak tertinggal, pariwisata nasional dinilai perlu menyesuaikan diri dengan dinamika ekonomi serta strategi komunikasi digital yang lebih adaptif.

