Sekretariat Jenderal Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) menggelar Iftar Media Gathering bertema “Memperkuat Sinergi dan Kolaborasi” di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta, Kamis (12/03). Kegiatan ini menjadi forum komunikasi antara pemerintah dan insan pers untuk menyampaikan perkembangan kebijakan serta capaian pengembangan KEK dalam mendorong investasi, ekspor, dan penciptaan lapangan kerja di berbagai daerah.
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Tim Pelaksana Dewan Nasional KEK, Susiwijono Moegiarso, menyampaikan kondisi ekonomi makro Indonesia yang disebutnya masih solid. Ia menyoroti sejumlah indikator seperti data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi yang mengalami kenaikan secara siklus, serta Purchasing Managers’ Index (PMI) yang disebut naik di atas 53. Ia juga menyebut indikator ritel, indeks keyakinan konsumen, dan sejumlah indikator daya beli masih berada pada level yang baik, sembari menekankan perlunya mengantisipasi dampak perkembangan global.
Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang, memaparkan dampak KEK terhadap perekonomian daerah, termasuk perbandingan indikator ekonomi antara wilayah yang memiliki KEK dan yang belum. Menurutnya, sepanjang 2025 realisasi investasi di 25 KEK mencapai Rp82,6 triliun atau 98% dari target yang ditetapkan. Penyerapan tenaga kerja tercatat 88.541 orang dan disebut melampaui target.
Rizal juga merujuk kajian Prospera dan Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia yang menyimpulkan wilayah dengan KEK mampu menarik investasi 77% lebih tinggi dibanding wilayah non-KEK, menyerap tenaga kerja 52% lebih besar, serta pada KEK industri Foreign Direct Investment (FDI) dapat mencapai sekitar 179% lebih tinggi.
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh. Edy Mahmud, menyatakan KEK berkontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah melalui peningkatan investasi, ekspor, dan penciptaan lapangan kerja. Ia menambahkan pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional 8% pada 2029, dan KEK diharapkan menjadi salah satu motor untuk mencapai target tersebut. BPS, kata Edy, terus meningkatkan kualitas pendataan di KEK guna mendukung penghitungan Produk Domestik Bruto (PDB) yang lebih akurat.
Dalam rangkaian acara, sejumlah Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP) dari beberapa KEK hadir sebagai narasumber, antara lain KEK Kendal, KEK Sanur, KEK Industropolis Batang, KEK Nongsa, dan KEK Gresik. Sesi ini memuat pengalaman pengelola kawasan dalam implementasi kebijakan KEK serta dampak ekonomi yang dihasilkan di daerah.
Executive Director Kendal Industrial Park, Juliani Kusumaningrum, menyampaikan bahwa hingga 2025 KEK Kendal mencatat akumulasi investasi sekitar Rp187,05 triliun dan menyerap sekitar 76.559 tenaga kerja. Sejalan dengan itu, laju pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Kendal pada 2025 tercatat mencapai 8,84%. Juliani juga menyoroti program link and match untuk memperkuat keterhubungan dunia industri dengan lembaga pendidikan dan pelatihan guna mendukung ketersediaan tenaga kerja sesuai kebutuhan industri.
Dari Bali, Vice President Corporate Planning & Strategic Delivery Unit KEK Sanur, Ade Saputra, menjelaskan KEK Sanur berfokus pada sektor kesehatan dan pariwisata. Ia menyebut KEK Sanur diharapkan meningkatkan daya saing layanan kesehatan di dalam negeri, dengan menyoroti empat faktor yang mendorong masyarakat Indonesia berobat ke luar negeri, yakni ketepatan diagnosa, keahlian dokter, teknologi, dan biaya. Pengembangan layanan kesehatan di kawasan itu, menurutnya, mengadopsi konsep Top Notch Brands, Best Technology and Medicines, Medical and Wellness Expertise, dan Seamless Experience.
Ade menyebut salah satu fasilitas utama di kawasan tersebut adalah Bali International Hospital dengan layanan unggulan seperti kardiologi, onkologi, neurologi, ortopedi, serta layanan kesehatan ibu dan anak. Selain itu, KEK Sanur menghadirkan fasilitas kesehatan lain, termasuk pusat layanan fertilitas Alpha IVF & Women’s Specialist yang bekerja sama dengan jaringan klinik fertilitas internasional. Pengelola juga menjalankan program komunikasi publik, marketing activities, serta program Corporate Social Responsibility (CSR) yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar, salah satunya kegiatan Celebrating Christmas with Yayasan Kanker Anak Indonesia (YKAI) yang bekerja sama dengan BIH.
Direktur Pemasaran dan Pengembangan KEK Industropolis Batang, Indri Septa Respati, menyampaikan kawasan itu merupakan KEK paling muda yang diresmikan pada 20 Maret 2025. Ia memaparkan program untuk masyarakat sekitar yang berlandaskan empat kerangka, yakni ketenagakerjaan, ekonomi dan UKM, lingkungan, serta sosial, untuk memperkuat pengembangan sumber daya manusia. Di antaranya pelatihan menjahit skema Operator Upper Sol Sepatu, pelatihan desain dan printing, serta pelatihan Bahasa Inggris. Program pelatihan tersebut ditujukan tidak hanya bagi pekerja di kawasan, tetapi juga calon pekerja agar demand dan supply tenaga kerja di kawasan seimbang.
Indri menambahkan, sejak 2022 hingga 2025 peserta pelatihan yang diadakan KEK Industropolis mencapai lebih dari 1.800 orang. Saat ini, KEK Industropolis Batang bekerja sama dengan 29 SMK untuk mendorong transformasi model pendidikan vokasi di Kabupaten Batang. Upaya ini disebut selaras dengan penandatanganan perjanjian komitmen penyerapan tenaga kerja lokal oleh Gubernur Jawa Tengah dan Bupati Batang bersama para pelaku usaha.
Dari KEK Nongsa, Direktur Utama PT Taman Resor Internet (Tamarin), Mike Wiluan, menyampaikan pengembangan talenta digital melalui program pelatihan vokasi yang dikelola Infinite Learning bersama mitra global dan nasional seperti Apple Developer Academy, RMIT University, Red Hat, dan IBM. Hingga kuartal IV 2025, program tersebut disebut telah diikuti lebih dari 8.000 peserta. Ia juga menyebut Infinite Studios berkolaborasi dengan 22 UMKM kreatif dari berbagai daerah dalam produksi film animasi berskala internasional, serta telah memproduksi lebih dari 20 film berskala internasional.
Mike menambahkan, saat ini studio tersebut tengah memproduksi 10 judul animasi yang melibatkan sekitar 160 tenaga kerja dan outsourcing dari tiga studio UMKM di Pulau Jawa. Selain itu, KEK Nongsa melakukan ekspansi tambahan seluas 21,59 hektare sehingga total wilayah kawasan menjadi 188,04 hektare. Ke depan, KEK Nongsa menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor pendidikan maupun industri.
Sementara itu, External Relation dan Special Economic Zone Director KEK Gresik, Roro Ayu Yayuk Dwi Hastuti, menyampaikan kontribusi kawasan terhadap kesejahteraan masyarakat melalui program CSR berbasis lima pilar, antara lain pendidikan, kesehatan, ekonomi kerakyatan, serta pembangunan infrastruktur sosial. Ia menyebut Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Gresik meningkat konsisten dalam lima tahun terakhir, dari 77,30 pada 2021 menjadi 79,69 pada 2025. Dalam periode yang sama, angka pengangguran disebut turun dari 8,00% menjadi 5,47%.
Melalui forum ini, Sekretariat Jenderal Dewan Nasional KEK menyatakan berharap kemitraan dengan media massa semakin kuat untuk menyampaikan informasi yang akurat, kredibel, dan berbasis data kepada publik. Sinergi tersebut diharapkan memperluas pemahaman masyarakat mengenai kontribusi KEK dalam mendorong investasi, peningkatan ekspor, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan transformasi ekonomi nasional dan daerah.