BERITA TERKINI
Purbaya Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen pada 2026

Purbaya Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen pada 2026

Pemerintah menyiapkan sejumlah langkah untuk mendorong akselerasi ekonomi nasional agar keluar dari tren pertumbuhan di kisaran 5 persen dan memasuki fase pertumbuhan yang lebih tinggi pada 2026. Fokus kebijakan diarahkan pada penguatan permintaan domestik, perbaikan iklim investasi, serta peningkatan produktivitas tanpa mengorbankan stabilitas makroekonomi.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pertumbuhan ekonomi berpeluang meningkat pada akhir 2025 hingga awal 2026. Ia menyebut, pada kuartal IV-2025 dan kuartal I-2026, pertumbuhan dapat berada di kisaran 5,5 persen.

“Pada kuartal IV-2025 dan kuartal I-2026, pertumbuhan ekonomi bisa berada di kisaran 5,5 persen. Saya akan dorong terus ekonomi ini ke arah 6 persen dengan berbagai cara,” ujar Purbaya di Jakarta, Selasa (27/1/2026).

Menurutnya, sinyal akselerasi sudah terlihat sejak akhir 2025 hingga awal 2026. Capaian tersebut dinilai membuka ruang bagi Indonesia untuk keluar dari fase pertumbuhan moderat dan bergerak menuju ekspansi yang lebih cepat dan berkelanjutan.

“Kalau itu terjadi, kita sudah mengalami break out dari kutukan 5 persen dan bisa tumbuh lebih cepat lagi. Itu prospek ekonomi yang baik,” katanya.

Di tengah ketidakpastian global, Pemerintah menegaskan faktor eksternal bukan penentu utama kinerja ekonomi nasional. Struktur pertumbuhan Indonesia dinilai lebih bertumpu pada permintaan domestik yang disebut menyumbang sekitar 90 persen, sementara pengaruh global berada di kisaran 10–20 persen.

“Kalau kita 90 persen domestic demand, harusnya tidak ada masalah,” ucap Purbaya.

Dari sisi kondisi dalam negeri, ruang percepatan juga dinilai masih terbuka. Inflasi disebut berada di level rendah sekitar 2,9 persen dengan inflasi inti 2,3 persen. Bahkan, tanpa komponen harga emas, inflasi diperkirakan hanya sekitar 1,5 persen. Situasi tersebut dipandang menunjukkan tekanan permintaan masih terkendali dan belum memicu risiko overheating.

“Artinya saya bisa mendorong ekonomi ke tingkat yang lebih cepat tanpa khawatir respons pengetatan dari bank sentral,” jelasnya.

Untuk mendorong investasi, Pemerintah mengandalkan strategi debottlenecking guna mengatasi berbagai hambatan. Forum lintas kementerian juga digelar secara rutin untuk mempercepat penyelesaian kendala perizinan, logistik, dan kepastian usaha. Upaya ini disebut didukung perbaikan kinerja fiskal, optimalisasi penerimaan pajak dan bea cukai, serta pengendalian defisit anggaran.

Sementara itu, Dana Moneter Internasional (IMF) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,0 persen pada 2025 dan 5,1 persen pada 2026.