BERITA TERKINI
PT Gag Nikel Membidik Produksi 4 Juta Ton pada 2026, Menunggu Persetujuan RKAB

PT Gag Nikel Membidik Produksi 4 Juta Ton pada 2026, Menunggu Persetujuan RKAB

PT Gag Nikel menargetkan produksi sebesar 4 juta ton pada 2026. Target tersebut mengacu pada Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) perusahaan.

Corporate Secretary, Legal & External Manager PT Gag Nikel, Mustajir, mengatakan pihaknya berharap RKAB itu dapat disetujui pemerintah. Menurutnya, pengajuan RKAB didasarkan pada perhitungan teknis yang akurat.

“Berdasarkan acuan RKAB, tahun 2026 kami targetkan 4 juta ton, mudah-mudahan mendapatkan persetujuan pemerintah karena pengajuan didasari perhitungan teknis yang akurat,” kata Mustajir kepada wartawan di Pulau Gag, Kabupaten Raja Ampat, Jumat, 23 Januari 2026.

Dalam operasional tambang, Mustajir menyampaikan bahwa kontrak salah satu jasa kontraktor yang sebelumnya bekerja telah selesai. Perusahaan kemudian menggantinya melalui proses lelang terbuka.

Untuk mendukung target produksi, PT Gag Nikel juga melakukan pengembangan organisasi, baik melalui pelatihan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia maupun upaya peningkatan kuantitas tenaga kerja.

Mustajir menyebut perusahaan berharap tidak mengalami kendala seperti pada 2025, termasuk terkait pencabutan izin maupun penolakan masyarakat.

Ia menambahkan, PT Gag Nikel terbuka untuk dikunjungi dan dinilai oleh pihak-pihak berwenang. Jika ditemukan hal yang perlu diperbaiki, perusahaan menyatakan siap melakukan pembenahan dan peningkatan.

Sebagai bagian dari keterbukaan informasi publik, PT Gag Nikel bersama rombongan insan pers dan perwakilan lembaga swadaya masyarakat (LSM) melakukan kunjungan langsung ke lokasi tambang di Kabupaten Raja Ampat pada Jumat, 23 Januari 2026.

Kunjungan tersebut dilakukan setelah rapat koordinasi eksternal bersama pers dan LSM di Hotel Aimas, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, pada Kamis, 22 Januari 2026.

Rombongan berangkat dari Pelabuhan Marina Sorong. Setibanya di lokasi tambang, kegiatan diawali dengan briefing dan penjelasan mengenai Standard Operation Procedure (SOP) bagi pengunjung.

Dalam kunjungan itu, awak media dan perwakilan LSM diajak melihat proses pertambangan, termasuk upaya reklamasi dan revegetasi di bekas area tambang, serta sistem pengelolaan limbah cair. Mustajir menyebut sistem tersebut telah mengantarkan perusahaan meraih sejumlah penghargaan lingkungan, salah satunya Subroto Award pada 2025.