JAKARTA — Sektor konstruksi nasional diproyeksikan tetap bertumbuh pada 2026, di tengah persaingan yang kian ketat dan pergeseran permintaan dari proyek pemerintah ke sektor swasta, industri, dan residensial. Dalam situasi tersebut, kolaborasi antara penyelenggara pameran industri dan platform komunitas profesional dinilai menjadi strategi untuk memperkuat posisi brand di pasar bahan bangunan dan arsitektur.
Megabuild Indonesia 2026 menjalin kerja sama strategis dengan 1M INARKOS Connextion, Inarkos Synergy. Kolaborasi ini disebut sebagai respons terhadap perubahan struktur pasar, ketika kebutuhan proyek swasta menuntut solusi material dan desain yang lebih spesifik serta bernilai tambah.
Berdasarkan proyeksi Indonesia Construction Insights & Forecast (ICIF) 2026 yang dirilis Quantum Indonesia, sektor konstruksi nasional diperkirakan tumbuh sekitar 6,5% dengan nilai proyek mendekati Rp 331,5 triliun. Pertumbuhan tersebut banyak didorong oleh segmen komersial, residensial, serta proyek-proyek swasta.
Dalam konteks ini, kehadiran brand di pameran industri dinilai tidak lagi cukup sebatas menampilkan produk. Brand dituntut membangun visibilitas yang berkelanjutan sekaligus kredibilitas di hadapan pengambil keputusan, seperti arsitek, desainer interior, dan kontraktor, yang berperan langsung dalam menentukan spesifikasi proyek.
Presiden Direktur Panorama Media, Royanto Handaya, menyatakan kolaborasi dengan Inarkos Synergy merupakan langkah strategis untuk memperluas dampak kehadiran peserta pameran. Dalam siaran pers pada Jumat (23/1/2026), ia menilai kombinasi pameran tatap muka dan dukungan komunikasi yang tepat sasaran dapat memperkuat posisi brand di industri bahan bangunan dan arsitektur.
Sementara itu, Pendiri Inarkos dan Synergy Indonesia, Ismet Natakarmana, menyebut kerja sama ini memperkuat peran komunitas profesional sebagai penghubung antara inovasi produk dan kebutuhan di lapangan. Menurutnya, arsitek, desainer, dan kontraktor kini semakin selektif dalam memilih produk, tidak hanya dari sisi teknis, tetapi juga konsistensi brand serta rekam jejaknya di industri.
Pada 2026, Megabuild Indonesia akan digelar bersamaan dengan Keramika Indonesia. Penyelenggaraan bersama ini memperluas cakupan produk, mulai dari material struktural hingga solusi keramik dan sanitary, serta dinilai mencerminkan tren integrasi solusi bangunan seiring meningkatnya kebutuhan proyek akan efisiensi, estetika, dan keberlanjutan.
Kolaborasi antara pameran industri dan komunitas profesional tersebut diharapkan tidak hanya mendorong transaksi jangka pendek, tetapi juga memperkuat ekosistem industri bahan bangunan dan arsitektur nasional di tengah perubahan pola permintaan pada 2026.

