Kabupaten Sumenep memproyeksikan kondisi ekonomi pada 2025 berada dalam tren yang cukup baik, seiring menguatnya sejumlah indikator utama dalam dua tahun terakhir. Peningkatan realisasi investasi, pertumbuhan ekonomi yang positif, serta inflasi yang relatif terkendali menjadi dasar optimisme tersebut.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sumenep, Abd. Rahman Riayadi, menyampaikan bahwa realisasi investasi daerah terus meningkat berdasarkan data Online Single Submission Risk Base Approach (OSS RBA). Pada 2023, nilai investasi tercatat sebesar Rp 2,1 triliun. Angka itu naik pada 2024 menjadi Rp 2,745 triliun.
Selain nilai investasi, data tersebut juga mencatat terdapat 16.956 unit usaha pada 2024 dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 38.009 orang.
Rahman menambahkan, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sumenep pada 2024 mencapai 3,77%. Sementara itu, inflasi berada di kisaran 3,2%.
“Secara umum, perekonomian daerah kita cukup sehat. Tren investasi naik, inflasi terkendali, dan efisiensi ekonomi membaik. Ini menjadi pondasi kuat untuk masuk ke tahun 2025 dengan optimisme tinggi,” ujarnya, Senin (10/11/2025).
Ia juga menjelaskan, efisiensi investasi daerah tercermin dari Incremental Capital Output Ratio (ICOR) Sumenep pada 2024 yang berada di angka 4,95. Nilai tersebut lebih rendah dibanding rata-rata Jawa Timur sebesar 5,65 maupun nasional sebesar 6,67, yang menunjukkan peningkatan efisiensi investasi di daerah.

