Sejumlah komoditas utama mencatatkan pergerakan harga pada penutupan perdagangan 24 Februari 2026, baik di bursa berjangka maupun pasar fisik. Data mencakup kedelai dan minyak kedelai di CBOT, minyak sawit di pasar Eropa, serta kontrak CPO dan olein di bursa Malaysia dan Indonesia.
Di Chicago Board of Trade (CBOT), harga soybean tercatat di level 1.139,4 sen AS per bushel. Sementara itu, soy oil berada di 60,03 sen AS per pound.
Dari pasar Eropa, harga crude palm oil (CPO) asal Indonesia/Malaysia dengan skema cif Rotterdam tercatat US$ 1.365 per ton pada 23 Februari 2026. Untuk RBD olein asal Malaysia dengan skema fob Malaysia, harga berada di US$ 1.081,50 per ton pada 23 Februari 2026 dan naik menjadi US$ 1.086,50 per ton pada 24 Februari 2026.
Di Malaysia Derivatives Exchange (MDEX), kontrak CPO tercatat 4.051 per ton pada 23 Februari 2026 dan turun menjadi 4.017 per ton pada 24 Februari 2026. Sementara di Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX), CPO berada di Rp14.155 per kg pada 23 Februari 2026 dan turun menjadi Rp14.120 per kg pada 24 Februari 2026.
Untuk perdagangan olein di Jakarta Futures Exchange (JFX), harga OLE tercatat stabil di Rp18.040 per kg pada 23 Februari 2026 dan tetap Rp18.040 per kg pada 24 Februari 2026.
Di pasar fisik domestik, KPB Nusantara mencatat harga CPO delivered Dmi/Blw/Ktj sebesar Rp14.100 per kg pada 23 Februari 2026.
Dari sisi nilai tukar tengah (middle rate) terhadap dolar AS, kurs MYR tercatat 3,904 pada 23 Februari 2026 (setara Rp4.325,07) dan berubah menjadi 3,886 pada 24 Februari 2026 (setara Rp4.327,86). Adapun kurs rupiah terhadap dolar AS tercatat 16.885,00 pada 23 Februari 2026 dan menjadi 16.818,00 pada 24 Februari 2026.

