BERITA TERKINI
Bursa Saham Australia Cetak Rekor Tertinggi, Ditopang Laba Emiten Besar

Bursa Saham Australia Cetak Rekor Tertinggi, Ditopang Laba Emiten Besar

Bursa saham Australia menutup perdagangan Rabu (25/2/2026) di level tertinggi sepanjang masa, didorong kinerja pendapatan sejumlah perusahaan besar yang memicu optimisme investor. Penguatan terjadi meski data inflasi terbaru lebih tinggi dari perkiraan dan meningkatkan spekulasi kenaikan suku bunga pada pertemuan bank sentral berikutnya.

Indeks S&P/ASX 200 ditutup menguat 1,2% ke 9.128,30 poin, setelah sempat menyentuh rekor intraday 9.130,30 poin. Sehari sebelumnya, indeks acuan ini cenderung bergerak datar.

Data menunjukkan harga konsumen pada Januari naik lebih tinggi dari perkiraan, sementara inflasi inti mencapai level tertinggi dalam lebih dari setahun. Kondisi tersebut mendorong investor menaikkan prediksi peluang kenaikan suku bunga seperempat poin pada Mei menjadi 80% dari sebelumnya 76%.

Meski indeks sempat memangkas kenaikan usai rilis data inflasi, pasar kemudian kembali menguat seiring momentum laporan keuangan emiten yang dinilai solid menarik minat beli.

Saham Woolworths, peritel terbesar Australia, melesat 13% ke level tertinggi 17 bulan setelah membukukan laba paruh pertama di atas perkiraan dan menaikkan proyeksi pendapatan setahun penuh. Kenaikan tersebut turut mengangkat indeks barang konsumsi pokok secara keseluruhan sebesar 5,7%.

Sektor teknologi juga pulih setelah tiga hari melemah, dengan indeks teknologi naik 5,9%. Saham WiseTech melonjak lebih dari 10% seiring meredanya kekhawatiran terkait integrasi AI, setelah perusahaan mengumumkan sekitar 2.000 pemutusan hubungan kerja yang berkaitan dengan alur kerja AI. Woolworths dan WiseTech tercatat di antara penggerak kenaikan terbesar pada indeks acuan.

Menurut Hayden Beamish, manajer portofolio di Endeavor Asset Management, perhatian pelaku pasar saat ini lebih tertuju pada laporan pendapatan ketimbang data CPI. Ia menyebut Woolworths, WiseTech, dan Fortescue memiliki bobot besar di indeks dan memberikan pembaruan yang mendukung sehingga menjadi penopang sentimen.

Saham pertambangan naik 2,8% dan mencapai rekor tertinggi. Fortescue, penambang bijih besi terbesar keempat di dunia, menguat 4,7% setelah melaporkan lonjakan laba setengah tahun sebesar 23% serta pengiriman bijih besi yang memecahkan rekor.

Sementara itu, saham sektor keuangan naik 0,6%, ditopang penguatan empat bank besar yang bergerak naik di kisaran 0,1% hingga 1,5%.

Beamish menilai struktur indeks ASX 200 yang didominasi bank, perusahaan pertambangan, dan emiten besar membuatnya relatif lebih tahan terhadap dampak suku bunga yang lebih tinggi. Ia menambahkan, angka CPI yang tinggi dinilai lebih memengaruhi sektor perumahan serta barang konsumsi non-esensial dibanding perusahaan-perusahaan besar yang mendominasi indeks tersebut.