BERITA TERKINI
IHSG Catat Return -3,66% hingga 25 Februari 2026, Terlemah di Dunia Menurut Data Bloomberg

IHSG Catat Return -3,66% hingga 25 Februari 2026, Terlemah di Dunia Menurut Data Bloomberg

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak lesu sepanjang perdagangan tahun 2026. Berdasarkan data Bloomberg, IHSG membukukan return negatif sebesar 3,66% untuk periode Januari hingga 25 Februari 2026, menjadikannya indeks saham dengan kinerja terburuk di dunia pada periode tersebut.

Tekanan pada pasar saham Indonesia turut dikaitkan dengan berkurangnya minat investasi dari pemodal asing. Mengacu pada data Bursa Efek Indonesia (BEI), investor asing mencatatkan jual bersih (net sell) sebesar Rp18,64 triliun secara year-to-date (ytd) di pasar reguler.

Selama Januari–Februari 2026, terdapat 10 saham yang menjadi target aksi jual terbesar investor asing. Saham Bank Central Asia (BBCA) mencatat nilai jual bersih paling besar, yakni Rp16,2 triliun. Berikutnya Bumi Resources (BUMI) dengan Rp7,77 triliun, disusul Bank Mandiri (BMRI) Rp1,36 triliun, dan Bank Negara Indonesia (BBNI) Rp1,05 triliun.

Daftar berikut merangkum saham yang paling banyak dilepas investor asing pada Januari–Februari 2026: BBCA (Rp16,2 triliun), BUMI (Rp7,77 triliun), BMRI (Rp1,36 triliun), BBNI (Rp1,05 triliun), GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) (Rp624,09 miliar), Darma Henwa (DEWA) (Rp450,48 miliar), Bangun Kosambi Sukses (CBDK) (Rp444,89 miliar), Indofood CBP (ICBP) (Rp423,52 miliar), Bank Syariah Indonesia (BRIS) (Rp385,23 miliar), dan Hartadinata Abadi (HRTA) (Rp373,38 miliar).

Dengan capaian return negatif tersebut, kinerja IHSG disebut tertinggal dibandingkan sejumlah indeks saham di kawasan Asia pada periode yang sama.