Pasar saham Vietnam memasuki siklus perkembangan baru pada 2026, yang dipandang sebagai tahun penting dalam proses integrasi internasional pasar modal negara tersebut. Momentum itu ditandai dengan pembukaan sesi perdagangan pertama Tahun Baru Imlek 2026 di Bursa Efek Kota Ho Chi Minh (HoSE), yang diresmikan melalui upacara pembunyian gong oleh Menteri Keuangan Nguyen Van Thang.
Dalam pidatonya, Nguyen Van Thang menyampaikan bahwa 2026 memiliki makna khusus karena menandai dimulainya fase pembangunan baru perekonomian sekaligus peringatan 30 tahun pembentukan dan pengembangan industri sekuritas Vietnam (1996–2026). Ia menekankan bahwa dalam konteks upaya peningkatan status pasar, kebutuhan tidak hanya terbatas pada ekspansi skala, tetapi juga mencakup peningkatan kualitas operasional, transparansi, serta ketahanan terhadap fluktuasi global.
Kementerian Keuangan menilai 2025 mencatat sejumlah hasil positif meski dunia diwarnai gejolak geopolitik dan perdagangan. Stabilitas makroekonomi domestik disebut tetap terjaga, inflasi terkendali, dan pertumbuhan PDB mencapai 8,02%, melampaui target yang ditetapkan Majelis Nasional.
Dengan fondasi tersebut, pasar saham dinilai beroperasi dengan aman dan likuiditas meningkat signifikan. VN-Index disebut naik lebih dari 40% dibandingkan tahun sebelumnya, menempatkannya di antara pasar dengan pertumbuhan tertinggi di dunia. Nilai transaksi rata-rata tercatat lebih dari 29.000 miliar VND per sesi, meningkat lebih dari 39% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, kapitalisasi pasar saham mencapai hampir 9,99 juta miliar VND, setara dengan 86,7% dari perkiraan PDB pada 2024.
Memasuki 2026, industri sekuritas Vietnam menargetkan kapitalisasi pasar meningkat hingga setidaknya 100% dari PDB. Sejumlah agenda disiapkan, termasuk modernisasi infrastruktur serta perluasan ruang pasar.
Salah satu tonggak yang disorot adalah pengoperasian resmi dan tersinkronisasi sistem teknologi informasi KRX. Sistem ini diharapkan meningkatkan kapasitas pemrosesan transaksi, memperkuat manajemen risiko, serta memfasilitasi peluncuran produk keuangan baru.
Sesuai arahan Kementerian Keuangan, pada 2026 industri sekuritas juga diminta melanjutkan penyempurnaan kerangka hukum dan membangun mekanisme kebijakan yang selaras dengan tren perkembangan baru. Fokus pengelolaan disebut akan bergeser dari sekadar “memenuhi kriteria peningkatan” menjadi “operasi yang stabil dan berkelanjutan” sesuai standar pasar negara berkembang.
Ketua Komisi Sekuritas Negara, Vu Thi Chan Phuong, menyatakan regulator akan menerapkan arahan untuk memperdalam pasar, memperkuat fondasi keamanan sistem, dan meningkatkan kemampuan adaptasi seiring integrasi keuangan internasional yang kian mendalam.
Dalam rencana strategis 2026, industri sekuritas menempatkan percepatan transformasi digital dan modernisasi infrastruktur teknologi sebagai prioritas, termasuk melanjutkan peningkatan sistem KRX dan mereformasi prosedur administratif. Regulator juga menyebut rencana peluncuran pasar baru seperti perdagangan kredit karbon, mata uang kripto, serta pasar saham khusus untuk perusahaan rintisan inovatif sebagai upaya memperluas ruang pengembangan pasar modal sejalan tren keuangan global.
Diversifikasi produk turut didorong melalui percepatan IPO yang terkait dengan pencatatan saham, upaya mendorong perusahaan FDI untuk go public, serta pengembangan obligasi publik, obligasi hijau, dan obligasi infrastruktur guna memobilisasi sumber daya bagi pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Di sisi lain, inspeksi dan pengawasan diperkuat untuk menjaga disiplin pasar, melindungi investor, serta mempertahankan lingkungan perdagangan yang terbuka dan transparan.
Sejak awal 2026, pasar juga menerima sinyal positif dari lembaga investasi. VinaCapital memperoleh izin untuk menawarkan dua ETF baru kepada publik, yakni VinaCapital VNMITECH ETF (FUEMITEC) dan VinaCapital VN50 Growth ETF (FUEVN50G).
Kedua produk tersebut merupakan ETF pasif yang melacak indeks baru yang dikembangkan HOSE. Indeks itu menggabungkan faktor pertumbuhan pengembalian dan likuiditas, tidak semata bertumpu pada kapitalisasi pasar tradisional. Investor dapat melakukan pemesanan unit reksa dana selama periode IPO pada 4 Maret hingga 26 Maret 2026, sebelum diperdagangkan secara resmi di pasar.
CEO VinaCapital Brook Taylor menyatakan peluncuran ETF tersebut tidak hanya menambah pilihan investasi, tetapi juga mencerminkan kepercayaan jangka panjang investor internasional terhadap prospek pertumbuhan berkelanjutan Vietnam.
Pimpinan Kementerian Keuangan menegaskan komitmen untuk terus bekerja sama dengan pelaku pasar guna menciptakan lingkungan hukum yang mendukung perkembangan pasar saham yang stabil dan aman pada periode 2026–2030. Setelah tiga dekade berkembang, pasar saham Vietnam disebut memasuki fase kematangan baru dengan orientasi tidak hanya pada pertumbuhan ukuran, tetapi juga pada kualitas, transparansi, dan pemenuhan standar internasional.

