BERITA TERKINI
Reformasi Keuangan Presiden Lee Dorong Kospi Melonjak, Jadi Reli Saham Terbesar di Dunia

Reformasi Keuangan Presiden Lee Dorong Kospi Melonjak, Jadi Reli Saham Terbesar di Dunia

Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung menjalankan reformasi keuangan menyeluruh sejak menjabat pada Juni lalu. Kebijakan itu mencakup aturan untuk menyetarakan posisi seluruh pemegang saham serta memperkuat akuntabilitas dewan direksi, yang ditujukan untuk memperkuat kepercayaan di pasar modal dan mendorong investasi jangka panjang.

Langkah-langkah tersebut turut memicu lonjakan pasar saham Korea Selatan. Indeks Kospi ditutup pada 5.809 poin pada Jumat, naik 38% sepanjang tahun ini dan 115% sejak Lee mulai menjabat. Kenaikan itu juga melampaui target kampanyenya yang dikenal dengan slogan “Kospi 5.000”.

Menurut laporan Bloomberg pada Senin (23/2), agenda reformasi Lee diarahkan untuk memperbaiki sistem, menekan praktik manipulasi, serta meningkatkan kemakmuran yang lebih merata di tengah persoalan ketimpangan.

Cerita di balik kebijakan tersebut disebut berakar dari pengalaman pribadi Lee pada masa lalu. Jauh sebelum menjadi presiden, ia pernah menjadi day trader berusia 30-an yang mengalami kerugian berulang. Sejumlah orang yang dekat dengan Lee menggambarkan bahwa hal yang paling mengganggunya bukan semata karena keputusan trading yang ceroboh, melainkan keyakinan bahwa kerugian investor ritel diperparah oleh transaksi yang dinilai tidak adil, ketika pemegang saham pengendali memperkaya diri dengan mengorbankan investor biasa.

Di parlemen, Oh Gi Hyoung—anggota Partai Demokrat yang memimpin komite khusus Kospi 5000—menilai laju penguatan pasar terjadi lebih cepat dari perkiraan. Komite itu belakangan berganti nama menjadi komite pasar modal K.

Lonjakan Kospi yang melampaui indeks-indeks saham utama dunia lainnya turut meningkatkan kepercayaan diri di kantor kepresidenan. Pemerintahan Lee disebut melanjutkan agenda lain, termasuk upaya mengendalikan pasar properti yang memanas dan memberantas manipulasi pasar.

Reli yang terjadi juga membuat Lee dipandang positif oleh sebagian pelaku pasar, termasuk komunitas day trader Korea Selatan yang disebut berjumlah sekitar 14 juta orang.