Polymarket, salah satu pasar prediksi terbesar, mengumumkan pembaruan aturan integritas pasar yang ditujukan untuk menekan aktivitas ilegal di platformnya. Pembaruan ini diterapkan pada seluruh platform terdesentralisasi dan bursa yang diatur di Amerika Serikat.
Dalam aturan terbaru yang diumumkan pada Senin, Polymarket secara eksplisit melarang sejumlah bentuk perdagangan orang dalam yang dinilai dapat memberi keunggulan tidak adil bagi sebagian pengguna dalam pasar berbasis peristiwa.
Kebijakan baru tersebut merinci tiga perilaku yang kini dilarang. Pertama, perdagangan berdasarkan informasi rahasia yang dicuri, yakni ketika pengguna bertransaksi dengan informasi yang diperoleh dengan cara yang “melanggar kewajiban atau kepercayaan yang sudah ada terhadap orang atau entitas lain.” Kedua, perdagangan berdasarkan tip ilegal, yaitu penggunaan informasi dari pihak yang dilarang berdagang di pasar terkait. Ketiga, perdagangan oleh pihak yang dapat memengaruhi hasil.
Polymarket juga menegaskan larangan terhadap tindakan penipuan dan manipulasi pasar, termasuk spoofing dan wash trading.
Kepala Hukum Polymarket, Neal Kumar, mengatakan pembaruan aturan ini bertujuan memperjelas standar yang diharapkan dari seluruh peserta. “Peningkatan aturan ini membuat ekspektasi kami sangat jelas bagi setiap peserta di kedua platform dan menyoroti infrastruktur kepatuhan yang telah kami bangun,” ujarnya.
Langkah ini muncul di tengah meningkatnya kritik terhadap pasar prediksi. Platform seperti Polymarket disebut menghadapi sorotan setelah adanya dugaan bahwa pihak “orang dalam” memperoleh keuntungan dari informasi rahasia terkait konflik yang sedang berlangsung antara koalisi AS-Israel dan rezim Iran.
Sebelumnya, dalam wawancara November dengan Anderson Cooper di program 60 Minutes CBS, pendiri sekaligus CEO Polymarket Shayne Coplan menyatakan bahwa “orang-orang yang masuk dan memiliki keunggulan di pasar adalah hal yang baik,” seraya menekankan adanya “banyak manfaat dari hal tersebut.”
Di sisi lain, para pembuat undang-undang dan regulator di tingkat negara bagian disebut berlomba-lomba untuk mengendalikan platform semacam ini. Saat ini, Polymarket berada di bawah pengawasan Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas AS (CFTC).