Layanan pinjaman online di Vietnam kian berkembang dengan proses persetujuan yang diklaim dapat berlangsung hanya dalam hitungan menit. Berbeda dari sebelumnya—ketika hanya sebagian tahapan pengajuan bisa dilakukan secara daring—kini peminjam tidak lagi harus mendatangi kantor cabang untuk peninjauan aplikasi maupun pencairan dana.
Dalam pengajuan pinjaman online, pelanggan tetap diminta memenuhi persyaratan tertentu, termasuk memberikan jaminan seperti properti, hak kepemilikan properti, atau rekening tabungan online di bank, disertai bukti penghasilan. Setelah proses penilaian, bank akan menetapkan batas pinjaman, suku bunga, dan jangka waktu pembayaran sesuai kemampuan finansial nasabah. Hasil persetujuan disampaikan melalui telepon, email, atau SMS, dan dana dapat langsung dicairkan ke rekening.
Pada 2025, hampir 30 lembaga kredit disebut telah menerapkan layanan pinjaman online. Sejumlah contoh implementasi antara lain VPBank yang menawarkan pinjaman overdraft dan pinjaman mobil secara online melalui kemitraan dengan Momo; ACB yang menyediakan pinjaman konsumen online dengan otentikasi melalui kartu identitas warga negara berchip; BIDV yang mendigitalisasi proses pinjaman ritel dan institusional dengan mengintegrasikan sistem pengajuan pinjaman otomatis (RLOS) serta solusi manajemen pinjaman (CROMS); serta Vietinbank yang memfasilitasi pendaftaran sepenuhnya online melalui VietinBank iPay Mobile. Melalui model ini, pelanggan dapat mengajukan pinjaman, melacak kemajuan, dan memantau status pemrosesan aplikasi kapan saja dan di mana saja.
Perbankan juga mulai memindahkan proses kredit secara menyeluruh ke kanal digital. Wakil Ketua Tetap Komite Strategi MSB, Dinh Thi To Uyen, menyatakan MSB telah mengalihkan seluruh proses pemberian kredit menjadi online. Menurutnya, berdasarkan riwayat transaksi, bank dapat menawarkan solusi pinjaman segera kepada nasabah.
Sementara itu, Direktur Proyek Pinjaman Digital pada divisi perbankan digital MBBank, Le Thi Thuy Ha, mengatakan MB menyediakan layanan perbankan online melalui dua platform, yakni MBBank untuk nasabah individu dan Biz MBBank untuk nasabah korporasi. Seluruh transaksi pinjaman online menggunakan kontrak elektronik dengan tanda tangan digital untuk memastikan kepatuhan hukum sekaligus pengalaman pelanggan yang lebih baik.
Di tengah pertumbuhan tersebut, Bank Negara Vietnam menargetkan perluasan akses pembiayaan yang komprehensif, andal, dan terjangkau. Namun, pengembangan pinjaman online juga menghadapi tantangan, mulai dari kebutuhan penyempurnaan kerangka hukum, konektivitas data, keamanan teknologi, hingga manajemen risiko. Selain itu, pinjaman online masih banyak terbatas pada nominal kecil.
Saat ini, ketentuan yang berlaku menyebut pinjaman di bawah 100 juta VND tidak memerlukan bukti tujuan penggunaan. Bank Negara Vietnam sedang meminta masukan atas rancangan amandemen Surat Edaran 39/2016/TT-NHNN tentang kegiatan pemberian pinjaman, yang mengusulkan kenaikan batas pinjaman tanpa bukti tujuan menjadi 400 juta VND.
Sejumlah lembaga kredit juga mengusulkan agar Bank Negara Vietnam menaikkan batas pinjaman yang dapat dicairkan secara elektronik, atau bahkan menghapus batas tersebut. Dengan skema itu, lembaga kredit dapat menetapkan batas berdasarkan kapasitas teknologi masing-masing, sementara kemampuan bayar peminjam dinilai melalui pendapatan, riwayat kredit, dan saldo rekening—dengan lembaga kredit bertanggung jawab atas risiko yang timbul.
Profesor Madya Dr. Dang Ngoc Duc, Direktur Institut Teknologi Keuangan Universitas Dai Nam, menilai pembangunan berkelanjutan membutuhkan sinkronisasi antara teknologi, data, dan kebijakan. Ia menekankan bahwa ketika data nasional terkait populasi, pajak, dan kredit terhubung, bank dapat menilai kapasitas pembayaran utang secara real time dan memperluas kredit, termasuk kepada pelanggan yang belum memiliki riwayat pinjaman.
Dari sisi pengguna, risiko lain muncul berupa aplikasi palsu yang dapat memicu kerugian finansial dan kebocoran informasi. MSB sebelumnya memperingatkan bahwa aplikasi bernama “Mar Vay” bukan milik, tidak terkait, dan tidak dikembangkan oleh bank tersebut. Aplikasi palsu itu disebut menipu pengguna agar memasang aplikasi, memberikan informasi pribadi, dan melakukan transaksi keuangan.
Pihak berwenang mengingatkan masyarakat agar tidak memberikan informasi rahasia kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengaku sebagai karyawan bank. Informasi yang perlu dirahasiakan antara lain kredensial login, kode PIN Soft Token, dan data pribadi penting lainnya.
Direktur Departemen Pembayaran Bank Negara Vietnam, Pham Anh Tuan, mengatakan pihaknya belakangan menerbitkan berbagai dokumen untuk melengkapi kerangka hukum pinjaman elektronik. Ia menyebut Surat Edaran 06/2023/TT-NHNN telah melengkapi ketentuan pinjaman elektronik dalam Surat Edaran 39/2016/TT-NHNN, dengan tujuan mendorong lembaga kredit mendigitalisasi layanan dan mempermudah akses modal bagi masyarakat serta bisnis.
Selain itu, Keputusan Presiden Nomor 94/2025/ND-CP tentang mekanisme pengujian terkontrol awal memungkinkan penerapan model pinjaman antar individu (P2P Lending). Bank Negara Vietnam telah mengeluarkan panduan agar model-model baru dapat berjalan dalam praktik, tetap berada di bawah pengawasan ketat, sekaligus memperluas saluran modal dan menjaga keamanan sistem.
Pham Anh Tuan juga menekankan keamanan siber dan keamanan data nasabah harus menjadi prioritas. Ia menilai bank perlu berinvestasi pada infrastruktur keamanan, menerapkan AI untuk pemantauan, serta memperkuat kerja sama internasional terkait keamanan data. Di sisi lain, pelatihan staf juga diperlukan agar memiliki pola pikir digital, keterampilan analisis data, dan kemampuan mengoperasikan platform kredit online.